REPUBLIKA.CO.ID, Banyak keutamaan memuliakan Alquran. Hadis riwayat Bukhari menyebutkan, sebaik-baik umat adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya.
Sabda Rasulullah SAW ini menginspirasi Rumah Tajwid, Depok, Jawa Barat, untuk membumikan Alquran. Ini dikatakan pimpinan Rumah Tajwid Ustaz Hartanto Saryono, mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, masyarakat sekitar, hingga ke berbagai pelosok.
Targetnya ialah mencetak para hafiz dan hafizah, penghafal Alquran. Atas dasar itulah, materi yang dikaji di majelis ini serba-Alquran.
Menurut Ustazah Sri Sofrini, masih banyak umat Islam yang buta huruf Alquran. Sebagian hanya sekadar mampu membaca, tapi belum paham isinya.
Majelis ini mengajak umat untuk menggali dan memaksimalkan potensi yang dimiliki. “Ini agar hidup mulia bersama Alquran,” ungkapnya.
Banyak program belajar mengaji di majelis yang berlokasi di Jalan Jeruk III, Depok Jaya, Pancoran Mas, tersebut.
Majelis ini diperuntukkan bagi anak-anak usia lima tahun hingga tak terbatas. Waktu belajarnya Senin hingga Ahad.
Sedangkan, tempat belajarnya tersebar, selain di Jalan Jeruk, juga ada di Perumahan Depok Maharaja, Masjid Al Muwahiddin, dan Masjid Al Awwal yang semuanya terletak di Depok.
Salah satu program unggulan Rumah Tajwid, yakni Gemar Ngaji Alquran. Gemar singkatan dari Gerakan Maharaja. Sebuah program dengan sasaran warga di Perumahan Depok Maharaja, Rangkepan Jaya, Depok. Program ini gratis, yang penting warga mau belajar mengaji, ujar Sri Sofrini yang akrab disapa Ustazah Essy.
Ide Gemar Ngaji Quran berasal dari Ustaz Hartanto Suryono, pendiri Rumah Tajwid. Ia mendambakan lingkungan sekitar gemar melantunkan ayat Alquran. Suasana pun mendukung.
Mayoritas ustaz dan ustazah serta asrama santri putra dan putri berlokasi di perumahan yang sama. Gemar dimulai sejak awal Desember 2012. Ketika itu, program pertama kali menyasar warga di RW 12, tempatnya di Masjid Al Ikhlas. “Antusiasnya luar biasa,” kata Essy.
Jumlah peserta sekitar 150 orang. Setelah warga RW 12, warga di RW lain ikut bergabung. Bertambahlah para penghafal Alquran di kompleks tersebut, jelas Essy yang mengajar Alquran khusus ibu-ibu.
Selain para ibu, Gemar Ngaji Quran diperuntukkan pula untuk bapak-bapak. Acaranya berlangsung tiap Sabtu sore dan Ahad malam. Sedangkan, untuk anak pelaksanaannya tiap hari.
Selain kegiatan Gemar Ngaji Quran, Majelis Taklim Masjid Al-Ikhlas mengadakan AMAL-Qu, yakni Ayo Menyimak Quran yang dilakukan setiap Jumat malam. Setiap ba’da shalat maghrib ada hafalan membaca satu juz untuk umum.
Sedangkan, ba’da Ashar, hafalan Alquran untuk para ibu. Masjid Al Ikhlas semarak pula dengan Tahajud Bersama yang berlangsung Jumat dini hari.
Untuk Ramadhan, kata Ustazah Essy, program lebih seru lagi, yakni Irama-Qu: Indahnya Ramadhan bersama Alquran. Program ini mengupas sampai detail kandungan surah-surah dalam Kitab Suci.
Seperti Surah Annisa, membahas secara rinci berbagai permasalahan terkait problematika keseharian perempuan. Jamaah selalu memadati masjid untuk mengikuti Irama-Qu.
Ada juga Rumah Tajwid Peduli, sebuah bentuk kepedulian para jamaah dengan membagikan paket sembako kepada kaum dhuafa.




