REPUBLIKA.CO.ID, Tiga tahun kemudian, ia bergabung dengan SL Benfica, klub sepak bola yang bermain di ajang liga utama kompetisi sepak bola Portugal.
Ia juga sempat merumput bersama Benfica selama dua musim (1993-1995). Di klub elite tersebut, Xavier berhasil membawa klub berjuluk the Eagle menjadi juara Liga Portugal. Berkat talenta yang hebat sebagai defender, banyak klub Eropa tertarik padanya.
Namun, ia lebih memilih bergabung bersama AS Bari, sebuah klub gurem di Liga Serie A Italia. Saat membela Bari, karier Xavier tidak begitu cemerlang sehingga ia dijual oleh klubnya ke klub La Liga Spanyol, Real Oviedo pada 1996.
Di klub barunya itu, Xavier tidak bertahan lama. Pada 1998, klub sepak bola asal negeri Belanda, PSV Eindhoven, memboyongnya.
Lagi-lagi Xavier tidak bertahan lama merumput di liga Belanda. Ia kemudian mencoba peruntungannya di ajang Liga Primer Inggris. Ia tercatat pernah membela Everton FC (1999-2002) dan Liverpool FC (2002-2003).
Saat terikat kontrak dengan Liverpool, Xavier sempat bermain bersama klub sepak bola asal Turki, Galatasaray SK, dengan status sebagai pemain pinjaman.
Xavier juga sempat mencicipi kompetisi Bundesliga selama satu musim (2003-2004) bersama Hannover 96. Ia kemudian memilih bergabung dengan AS Roma (2005) dan Middlesbrough FC (2005-2007) sebelum akhirnya hijrah ke Amerika Serikat pada 2007.
Di negeri Paman Sam ini, ia bergabung dengan klub MLS (Major League Soccer) yang pernah mengontrak David Beckhan, Los Angeles (LA) Galaxy.
Xavier memilih hengkang dari Middlesbrough karena ingin mencari tantangan baru dan menolak tawaran kontrak baru dari Boro.
Kepindahannya ke Amerika Serikat sangat disayangkan beberapa klub di Inggris mengingat persepakbolaan Amerika Serikat masih dalam tahap berkembang. Keputusannya tersebut dinilai justru akan mengakhiri karier sepak bola Xavier.
Kekhawatiran banyak pihak karier Xavier akan berakhir di LA Galaxy benar-benar terbukti. Setelah bermain selama satu musim, manajemen LA Galaxy memutuskan tidak memperpanjang kontrak Xavier menyusul perselisihan yang terjadi antara dirinya dan sang pelatih Ruud Gullit.
Perselisihan antara pemain dan pelatih ini bermula dari keputusan Gullit yang mendatangkan pemain baru untuk mengisi posisi yang ditempati Xavier. Pemain tersebut adalah Eduardo Dominguez yang berasal dari klub Liga Klausura (Liga Argentina), Huracan.