Jumat 22 Mar 2013 20:45 WIB

Ikadi: Karya al-Buty Jadi Rujukan di Indonesia

Syekh Mohammad Said Ramadhan al-Buti
Foto: AP PHOTO
Syekh Mohammad Said Ramadhan al-Buti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berita wafatnya ulama besar Suriah, Syeikh Ramadhan al-Buty membuat kehilangan beberapa pihak. Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ustaz Ahmad Satori Ismail menuturkan karya al-Buty yang paling banyak mempengaruhi aktivis Islam di Indonesia adalah Sirah Nabawiyah.

Satori menjabarkan banyak umat Islam di Indonesia merujuk kisah seputar kenabian Rasulullah Saw lewat karya al-Buty. "Yang disampaikan tidak hanya cerita tapi ada ibrahnya," ujarnya kepada Republika, Jumat (22/3).

Satori melanjutkan tahun 1980an, buku-buku al-Buty sudah banyak dibaca di tanah air. Saat itu bahkan aktivis Islam mewajibkan kitab 'fiqh sirah' sebagai rujukan utama. Karya al-Buty ini dinilai lebih sistematis dibanding kitab sejenis "Disamping buku sirah karya Ghazali dan Mubarakfury," ungkapnya.

Terkait dukungan al-Buty terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, Satori menilai kekejaman Assad sangat luar biasa. Hal ini dalam pandangan Satori, memungkinkan ulama besar seperti al-Buty tak memiliki pilihan untuk melawan. "Saya tetap berhunuzan beliau masih berjuang di dalam dakwah."

Al-Buty wafat dalam sebuah serangan bom bunuh diri di Masjid Iman, Damaskus, Kamis (21/3). Serangan ini pertama kali menyasar masjid sejak Suriah berguncang dua tahun terakhir. Bom bunuh diri ini juga menewaskan 42 orang dan 84 lainnya terluka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement