Senin 04 Mar 2013 05:56 WIB

Ma’lu Bertanya, Ma’gue yang Jawab = 3G (Gosip/Ghibah/Gunjing)

Berbicara (Ilustrasi)
Berbicara (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Ma’lu (emak loe) bertanya, Ma’gue (emak gue) nyang jawab. Judul di atas adalah semacam ilustrasi dalam bahasa Betawi ketika ibu-ibu bergosip.

Gosip adalah serapan kata bahasa Inggris, yang jika dalam bahasa Indonesia mengandung arti bergunjing. Jika definisi arti dalam bahasa Inggris adalah a report (often malicious) about the behavior of other people; "the divorce caused much gossip", yang terjemahannya menurut saya kurang lebih pemberitaan (yang seringkali sinis/tidak baik/cenderung buruk) tentang perilaku orang lain; contohnya seperti perceraian menimbulkan banyak gosip.

Zaman sekarang gosip bukan hanya melekat pada kebiasaan ibu-ibu saja, tapi juga mulai menjamur keseluruh lapisan masyarakat. Apalagi dengan adanya acara-acara gosip di televisi yang semakin lama semakin meningkat persentasenya, seakan-akan membalikkan nilai-nilai moral tabu sebelumnya.

Kini hampir di seluruh sudut pergaulan hadir menu gosip. Terkadang gosip dikarenakan kesal dan ingin meredakan kekesalan, ada yang karena alasan pergaulan, atau ingin mengangkat diri sendiri/kelompok, ada juga yang hanya karena ingin becanda atau karena alasan guyon doang. Gosip artis dan publik figur yang paling menarik dari semuanya.

Gosip jika dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menggunjing atau termasuk ghibah dalam istilah agama. Karena itu saya singkat 3G yaitu Gosip/Ghibah/Gunjing diartikan sebagai suatu perkataan mengenai suatu keadaan yang terdapat pada seseorang yang jika diceritakan kepada orang lain, hal tersebut itu sesuatu yang sangat tidak disukai orang tersebut.

Jika hal tersebut benar adanya terdapat pada orang yang diceritakan keadaannya, maka si pencerita berarti telah menggunjing orang yang diceritakannya. Namun jika hal tersebut tidak benar adanya, maka ia telah menfitnah orang tersebut.

Hal ini sebagaimana hadis yang diiriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda,“Tahukah kalian apa itu ghibah?”.

Mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”

Kemudian Rasulullah saw  bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.”

Kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata ada pada saudaraku?”.

Beliau menjawab, “Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya.” (HR Muslim 2589 Bab: Al-Bir Wash Shilah Wal Adab)

Allah SWT telah mengajarkan kita agar selalu berhati-hati, check & recheck, tabayun atau klarifikasi terhadap berita agar tidak terjebak ghibah dan fitnah. Sebagaimana ayat ; “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al Hujurat: 6). Bagaimana seorang mukmin dapat menjaga kehormatan lisan hingga setiap perkataannya dapat dijamin kebenarannya, sehingga fitnahpun dapat dihindari.

 

Beberapa ayat Alquran yang berkenaan dengan menggunjing antara lain:

- Seperti memakan daging saudaranya sendiri ; “…Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya…” (surah Al Hujurat ayat 12)

- Menggunjing termasuk menyampaikan cerita-cerita bohong tentang orang lain ; “(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Alloh adalah besar”. (surah An Nuur ayat 15)

Menggunjing termasuk perbuatan zalim ; “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim“ (surah Al Hujurat ayat 11).

Marilah kita berhati-hati dengan menghindari obrolan yang sia-sia, yang sekiranya sudah masuk kategori 3G (GOSIP/GHIBAH/GUNJING), segera hindari, daripada secara sadar tidak sadar kita masuk kedalamnya atau bahkan menjadi orang yang memercik api, lebih jauh lagi mengipas-ngipasnya. Mari giatkan gerakan Stop ghibah, no fitnah ! nau’dzubillah.

Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik di sisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Ustaz Erick Yusuf: pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient)   

twitter @erickyusuf

[email protected]

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement