Rabu 06 Feb 2013 09:38 WIB

Abu Tour, Memikat Lewat Harga Promo

Rep: mohammad akbar / Red: Damanhuri Zuhri
Jamaah umrah (ilustrasi).
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Jamaah umrah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,-- Ingin berumrah dengan biaya yang relatif terjangkau? Jika itu yang Anda inginkan, Abu Tour bisa dijadikan alternatif pilihan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Andriana, penanggung jawab Abu Tour Jakarta menjelaskan, dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam bisnis umrah dan haji perlu ada kiat-kiat khusus dalam menarik peminat.

Pihaknya menawarkan harga promosi yang akan siap menerbangkan calon jamaah dari Indonesia menunaikan ibadah umrah.

Layaknya strategi yang dilakukan maskapai penerbangan yang menyediakan tiket promosi sejak dini, hal serupa dilakukan Abu Tour. Andriana menjelaskan, pihaknya memberikan kesempatan kepada para jamaah untuk mendaftarkan diri berumrah setahun sebelum keberangkatan.

Ia memberi contoh, seorang jamaah yang mendaftar pada Maret 2013 lalu baru berangkat setahun berikutnya. ''Dalam harga promo ini, jamaah telah melakukan blocking seat untuk keberangkatan di tahun berikutnya,'' jelasnya.

Menurut Andriana, untuk berangkat ke Tanah Suci biasanya memang menerapkan standar pergerakan terhadap kurs dolar  Amerika. Tapi, pihaknya juga melakukan subsidi silang dari pembayaran regular.

Ia mengungkapkan, untuk harga promo berangkat umrah berkisar Rp 11,7 juta sampai Rp 12,5 juta. Besaran tersebut berlaku untuk umrah yang dilakukan antara rentang waktu sembilan hingga 12 hari.

Sedangkan harga umrah reguler, berkisar Rp 17,5 juta hingga Rp 24 juta. ''Di sinilah bisa terlihat mekanisme subsidi silang tersebut,'' tuturnya.

Meski berstatus umrah paket hemat, namun Andriana mengatakan, untuk pelayanan kepada jamaah tidak ada pengurangan. Bahkan, untuk menginapan di Tanah Suci selevel dengan hotel berbintang empat.

''Begitu juga dengan jarak penginapan ke tempat beribadah. Kalau di Madinah hanya sekitar 100 meter (dari Masjid Nabawi) dan di Makkah cuma 300 meter dari Masjidil Haram,'' tuturnya.

Sementara itu, untuk pelayanan ibadah, Andriana menjelaskan, setiap satu rombongan yang berisi 45 jamaah akan didampingi seorang ustaz dan panitia. ''Pelayanan untuk ibadah tetap dipertahankan, tidak ada yang berubah,'' ujarnya.

Lantas menyinggung soal nama Abu Tour, Andriana mengatakan, nama tersebut memiliki arti. ''Yakni, Amanah bersama umat. Kami berharap amanah untuk membawa tamu Allah ini bisa kami jalankan secara maksimal,'' terangnya.

n  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement