REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Panasnya kondisi di Asia Barat akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran belum mereda. Di sisi lain, umat Islam di dunia berbondong-bondong akan pergi ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.
Calon jamaah haji asal Indonesia, Eko Widarso Haryono tetap yakin pelaksanaan ibadah haji yakin berjalan dengan aman dan tidak terganggu gejolak perang AS-Israel dan Iran. Calhaj asal Jakarta Timur tersebut mengatakan, perang di Iran, tidak akan mengganggu pelaksanaan haji.
"Terkait perang di Iran, kebetulan saya bertugas di Kementerian Pertahanan RI, jadi kemarin kami sudah mendapatkan surat izin dari bapak Sekjen (Kementerian Pertahanan), ketika bapak Sekjen Kementerian Pertahanan mengizinkan kami, memberikan surat izin, pasti sudah atas laporan dari atase pertahanan di negara-negara di sana," kata Eko kepada Republika, Selasa (21/4/2026)
Menurut Eko, izin dari Sekjen Kementerian Pertahanan RI dilatarbelakangi oleh informasi intelijen dari kawasan yang berkonflik tersebut. Dengan demikian, jamaah haji Indonesia dipastikan aman.
"Jadi ketika Bapak Sekjen Kementerian Pertahanan memberikan izin, pasti kondisinya dipastikan Insya Allah, pasti sudah aman untuk perjalanan jamaah haji Indonesia," ujar Eko.
Sebelumnya, jamaah haji Indonesia lainnya mengungkapkan bahwa tidak ada kekhawatiran terganggunya perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji oleh perang yang didalangi AS dan Israel. Sebagaimana diketahui, AS dan Israel menyerang Iran hingga membuat situasi di kawasan negara-negara Teluk memanas.
Rifki Hazami (40 tahun), calon jamaah haji tahun 2026 dari Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa yakin pasti Allah SWT menjaga hamba-Nya yang ingin pergi berhaji."Alhamdulillah tidak ada kekhawatiran saat ini, haji adalah tamu Allah SWT, Allah SWT pasti menjaga hambanya yang ingin pergi haji," kata Rifki kepada Republika belum lama ini.




