Sabtu 02 Feb 2013 08:25 WIB

Spirit Dakwah Wali Songo di Milad NU

Rep: Indah Wulandari/ Red: Dewi Mardiani
KH. Said Aqil Siroj
KH. Said Aqil Siroj

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spirit dakwah ala Wali Songo menjadi tema besar peringatan milad ke-87 ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Pentas seni dan wayang kulit digelar selama dua hari berturut-turut.

Pentas seni yang digelar oleh Lajnah Ta'lif wan Nasyr (LTN) PBNU berupa Pengajian dan Diskusi Atlas Wali Songo. Puncaknya dibarengi penampilan grup shalawat Kiai kanjeng pimpinan Emha Ainun Najib, Kamis (31/1) malam kemarin. Tidak ketinggalan pertunjukan wayang kulit kontemporer ditampilkan oleh dalang Sujiwo Tedjo esok harinya.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, antusias menyambut pelaksanaan tasyakur hari lahir dengan penampilan pentas seni ini. Menurutnya, seni tak lepas dari penyebarluasan Islam oleh Wali Songo yang sekarang dilanjutkan oleh NU.

"Seni tidak dapat dimanipulasi. Orang NU sudah akrab sekali dengan syair dan puisi, karena sembilan wali sebagai perintis NU sudah mengajarkan nilai keagamaan melalui media tersebut," tegas Kiai Said, Sabtu (2/2).

Di usianya yang menginjak 87 tahun, lanjut Kiai Said, NU akan terus mempertahankan kiprahnya membantu pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. NU juga akan menjadi pengkritik kebijakan Pemerintah, jika dalam prakteknya tidak berpihak kepada rakyat.

Ke depan, NU juga ingin menyebarluaskan prinsip toleran dan moderat ke masyarakat dunia, khususnya Timur Tengah, sebagai perwujudan dari cita-cita pendiri NU, Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah.

"Di Timur Tengah ulamanya hebat-hebat dalam penguasaan ilmu agama, tapi tidak mampu menunjukkan manfaatnya untuk kemaslahatan masyarakat. Itu berbalik dengan kita, dan itu yang akan kita tularkan," jelas Kiai Said.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement