Senin 17 Dec 2012 09:01 WIB

Cegah Perceraian, Perkokoh Fondasi Agama (3-habis)

Rep: Susie Evidia Y/ Red: Chairul Akhmad
Ilustrasi
Foto: blogspot.com
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Yang dihadapi Abi Makki, bukan hanya pasutri yang sedang konflik rumah tangga, melainkan melayani pasangan yang akan menikah.

Mereka datang untuk mendapat pembekalan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Program ini, kata Ustaz Abi Makki, mengenalkan dari hal yang sangat dasar, yaitu apa tujuan pria diciptakan, apa tujuan perempuan diciptakan?

Karena kalau sudah mengetahui tujuan masing-masing diciptakan, akan tahu tugas masing-masing. Makanya, hal ini harus dipahami lebih dulu.

 

''Maraknya perceraian yang terjadi saat ini karena masing-masing tidak paham hak dan kewajibannya. Mereka tidak tahu tujuan pernikahan itu apa? Mereka tidak tahu setelah menikah tugas masing-masing bagaimana? Orang awam yang tidak tahu tujuan pernikahan, ketika bercerai, seenaknya saja langsung mengajukan talak tiga, padahal itu tidak sesuai syar'i yang seharusnya talak satu, dua, baru tiga,'' jelas Abi Makki.

 

Pembekalan yang diberikan, kata Ustaz Abi Makki, bertujuan terciptanya keluarga sakinah. Kuncinya, kata dia, pasangan suami-istri harus cinta karena Allah dan mendalami akidah Islam.

''Ketika ada kekurangan masing-masing pasangan, jadikan sebuah kelebihan. Karena, pernikahan itu menyatukan dua insan yang berbeda,'' jelasnya seraya menambahkan program lain yang kini sudah berjalan mencarikan jodoh dan menyatukannya. ''Selama tiga bulan ta'aruf, lalu menikah,'' ungkapnya penuh syukur.

 

Kini, Abi Makki sedang membangun asrama untuk 'nyantri' pasangan pranikah. Selama tiga hari calon pengantin diberi bekal mengenai materi-materi rumah tangga Islami sehingga menjadi keluarga yang diridhai Allah.

''Tidak hanya calon pengantin yang mondok, para calon mertua pun diharuskan mondok. Walaupun tidak ada statistik, tidak sedikit menantu bermasalah dengan mertua yang kurang harmonis,'' jelasnya.

 

Menurut Ustaz Abi Makki, mertua selalu menganggap hanya anaknya yang sempurna. Sebaliknya, menuduh kekurangan datang dari menantunya. ''Hal ini terjadi karena ketidaktahuan antara mereka.''

Oleh karena itu, kata Abi Makki, ketika di asrama, calon mertua masing-masing harus diikutsertakan. ''Insya Allah, nanti asrama ini menjadi tempat islah pasutri yang sedang bermasalah, pembekalan bagi pasangan pranikah, dan mencari jodoh,'' tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement