Senin 17 Dec 2012 06:59 WIB

Cegah Perceraian, Perkokoh Fondasi Agama (1)

Rep: Susie Evidia Y/ Red: Chairul Akhmad
Ilustrasi
Foto: blogspot.com
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Pendidikan pranikah dinilai efektif menekan potensi perceraian.

Ada tugas baru yang harus diemban Ustaz Arifin Jayadiningrat. Setiap kali mengisi majelis taklim, ia harus siap menampung sekaligus menjawab permasalahan rumah tangga.

Yang menarik, dari pengalamannya setiap konsultasi, masalah perselingkuhan dan harga diri yang menjadi penyebab keretakan rumah tangga.

''Kondisi ini semakin parah bila masing-masing egois dan hanya melihat dari kacamata masing-masing,'' kata Arifin.

 

Menurut konsultan pendidikan anak dan character buiding ini, pembekalan ilmu sebelum menikah sangat penting. Sayangnya, selama ini bekal yang dimiliki pasangan suami-istri hanya cinta.

''Mereka menganggap enteng masalah rumah tangga. Ketika terjadi guncangan, mulai rapuh,'' sambung Ketua Islamic Center Tegal yang banyak mengisi pengajian di Jakarta ini.

 

Oleh karena itu, ia mengingatkan, sebelum memasuki jenjang pernikahan, harus dibekali dengan ilmu Islam tentang keluarga sakinah. Kedua, harus memiliki paradigma pasangan hidup. Ketika paradigma ditinggalkan, mulai adanya keretakan.

Ketiga, jadikan kekurangan masing-masing sebagai ujian. ''Apakah mampu atau tidak menghadapi ujian (kekurangan masing-masing). Kalau mau sukses, harus sabar menghadapi ujian tersebut,'' tambahnya.

 

Dari pengalamannya menghadapi konflik pasangan suami-istri, Ustaz Arifin menekankan pada saat konsultasi, istri harus mengajak suaminya. Itu agar tidak bias kalau mendengarkan hanya dari satu sisi.

Setelah itu, biasanya dia menanyakan apakah akan akur atau terus melanjutkan perang? Kalau keinginan mereka untuk berdamai sangat kuat, Allah yang akan mendamaikan. Namun, kalau ingin tetap perang, ya susah masing-masing akan terus bersikeras.

 

''Subhanallah, mayoritas mereka mau kembali membina keluarga. Bahkan, ada yang hampir hancur akhirnya mau berdamai,'' ungkapnya penuh syukur.

Namun, ada juga yang tidak bisa diselamatkan. Kasusnya perselingkuhan yang dilakukan terus-menerus.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement