Selasa 27 Nov 2012 10:25 WIB

Islam Kian Eksis di Fiji (2)

Rep: Fitria Andayani/ Red: Chairul Akhmad
Masjid Jami di Fiji.
Foto: blogspot.com
Masjid Jami di Fiji.

Liga Muslim Fiji

Hingga 1908, negeri di Pasifik Selatan itu dihuni sekitar 4.000 Muslim. Mereka tersebar di pulau-pulau kecil di seantero Fiji dan hanya 70 orang yang menetap di Suva, ibukota Fiji.

Saat itu, belum ada sekolah dan masjid. Namun, seiring bertambahnya populasi Muslim, muncullah organisasi Islam pertama pada 1909.

Organisasi yang masih tingkat distrik ini mendirikan semacam komisi pendidikan untuk pengajaran agama bagi anak-anak. Di sinilah baca tulis huruf Arab pertama kali diajarkan.

 

Pada 1915, Anjuman Hidayatul-Islam mengirimkan petisi kepada pemerintah. Mereka meminta agar urusan pernikahan dilakukan oleh seorang qadhi yang secara formal diakui oleh pemerintah. Pada 1919, keberadaan organisasi Muslim sewilayah Fiji mulai digagas.

Gagasan itu akhirnya terwujud pada 31 Oktober 1926 di Masjid Jami Toorak. Kala itu, secara resmi berdiri Liga Muslim Fiji. Ketuanya adalah Abdul Azis Khan, imigran asal India yang menjadi pebisnis sukses di Fiji. Sebagian besar anggota organisasi ini adalah pengikut Imam Hanafi.

Selain Liga Muslim Fiji, Maunatul Islam Association of Fiji (MIAF) juga merupakan organisasi Islam yang cukup berpengaruh di Fiji. MIAF dibentuk pada 1942 dan memiliki beberapa masjid, antara lain, di Loutoka, Ba, serta Tayua.

Di masjid-masjid  itulah, hampir seluruh kegiatan MIAF berlangsung. Anggota organisasi ini adalah para Muslim Sunni, pengikut Imam Syafi’i yang jumlahnya mencapai 30 persen dari populasi Muslim Fiji. Pengikut Imam Syafi’i ini pertama kali datang ke Fiji pada 1903 dan 1916. Mereka berasal dari Tanah Melayu.

Selain kedua organisasi tersebut, penyebaran Islam di Fiji juga disokong oleh aktivitas gerakan pemuda. Gerakan yang bersifat nasional ini dimulai pada 1960-an. Para pemuda yang menjadi anggota gerakan ini menggelar pertemuan secara reguler.

Selain para pelajar setingkat SMA, tak sedikit mahasiswa dan kalangan profesional yang masuk di dalamnya. Belum lama ini, kelompok tersebut mengembangkan sayap untuk memfasilitasi ketertarikan Muslim perempuan terhadap pendidikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement