Selasa 20 Nov 2012 21:31 WIB

Ida Bagus Mayura, Menjadi Brahmana Muslim (3)

Rep: Fitria Andayani/ Red: Chairul Akhmad
Ida Bagus Mayura (kiri) dan Ketua KISPA, Ustaz Ferry Nur (kanan).
Foto: kispa.org
Ida Bagus Mayura (kiri) dan Ketua KISPA, Ustaz Ferry Nur (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, Memiliki anak membuat Mayura semakin dewasa dan semakin taat beribadah. Kehidupannya mulai berubah.

Rezeki tambah lancar dan anak-anaknya tumbuh dengan baik. ''Mereka saya ajarkan hidup secara Islam," kata pria yang kini menjabat sebagai direktur di PT Sentra Hima Putra (SHP) ini.

Selain di PT SHP, Mayura juga mengelola sejumlah perusahaan dan yayasan lain. Kini, ia pun hidup dengan kondisi yang sangat baik.

Secara tak langsung, hal ini mematahkan prediksi keluarganya bahwa Mayura tak akan bisa hidup dengan baik setelah keluar dari agama lamanya.

"Saya bisa menunjukkan bahwa seorang Ida Bagus bisa tetap hidup dengan sangat baik meskipun dia Islam," ujarnya mantap.

Sampaikan Walau Satu Ayat

Sebagai seorang Muslim, Mayura begitu ingin memberikan sesuatu bagi agamanya. Ia tak mau berdiam diri dan ingin berkontribusi untuk Islam.

Untuk itu, ia memulai dari diri dan keluarganya. Mayura mengerti betul bahwa hal utama yang harus dilakukan seorang Muslim bagi agamanya adalah dengan menjadi Muslim yang baik. Baru kemudian turut mendakwahkan Islam. "Sampaikan walau satu ayat," tegas Mayura.

Maka, kepada kedua anaknya, Hima Kania (13) dan Tohpati Putra (10), Mayura berusaha untuk memberikan contoh yang baik. Sejak kecil, Mayura memberi mereka pemahaman bahwa mereka harus hidup sesuai dengan perintah agama.

"Untungnya tidak sulit untuk membuat mereka paham. Allah memberi saya anak-anak yang cerdas dan pengertian," kata Mayura penuh syukur.

Pada umur lima tahun, anaknya telah melaksanakan puasa Ramadhan selama sebulan tanpa 'bolong'. Saat ini, mereka juga telah khatam Alquran. Sedangkan anaknya yang perempuan, mengenakan jilbab sejak kecil. 

Anak laki-lakinya pun, menurut Mayura, telah paham buruknya merokok. "Saya membuat dia paham lewat contoh yang saya berikan. Saya tidak pernah merokok," katanya.

Menurutnya, rokok tidak cocok dengan kehidupan seorang Muslim. Karena, lebih banyak membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan dan kantong. Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menjadi seorang yang boros.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement