Sabtu 10 Nov 2012 06:18 WIB

BPHI Setop Pelayanan Kesehatan Mulai 20 November

Jamaah calon haji yang sakit di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah.
Foto: Republika/Heri Ruslan
Jamaah calon haji yang sakit di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID, MEKKAH -- Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) atau rumah sakit sementara untuk para jemaah haji Indonesia, di Mekkah, akan resmi ditutup pada 20 November 2012, tepat pada hari terakhir keberangkatan jemaah haji Indonesia meninggalkan Mekkah, baik yang ke Medinah maupun yang ke Tanah Air lewat Jeddah.

"Kalau masih ada pasien yang secara medis memerlukan perawatan, akan dikirim ke BPHI Jeddah dan kalau pada hari terakhir kepulangan haji Indonesia 29 November 2012 masih perlu dirawat maka akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi," kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah dr. M. Ilyas Ambo Tuwo, di Mekkah, Sabtu.

Selanjutnya, katanya, pihak Konsulat Jenderal RI di Jeddah yang akan mengurus jemaah yang sakit, baik di rumah sakit maupun kepulangannya. Kapasitasnya, lanjut dia, pasien itu sebagai warga negara Indonesia yang sedang berada di luar negeri.

Saat ini BPHI masih merawat sekitar 60 pasien dan sekitar 70 pasien telah di-'tanajul'-kan (dikembalikan lebih cepat ke Tanah Air) karena alasan sakit. Kini 54 pasien masih dirawat di sejumlah rumah sakit Arab Saudi atas rujukan BPHI.

Selama masa haji tahun ini 294 jemaah haji Indonesia meninggal di Mekkah. Sedangkan secara keseluruhan jumlah jemaah yang meninggal di Arab Saudi telah mencapai 357 orang. Usia para jemaah haji yang meninggal itu umumnya di atas 60-an tahun.

Penyakit umum penyebab meninggalnya para jemaah haji, kata Ilyas, diabetes, jantung dan infeksi pernafasan. Ada juga yang menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kemudian mengalami stroke, tambahnya.

Indonesia sampai musim haji tahun lalu hanya memiliki dua BPHI, masing-masing di Medinah dan Mekkah. Sedangkan tahun ini dibentuk pula BPHI Jeddah sebagai peningkatan status yang selama ini ada hanya berupa klinik pengobatan di bandara King Abdul Aziz.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement