Sabtu 03 Nov 2012 15:31 WIB

Kelebihan Berat, Koper Jamaah Haji Dibongkar

Rep: harun husein/ Red: Taufik Rachman
 Petugas melakukan pendataan barang bawaan jamaah haji saat tiba di Asrama Haji, Banda Aceh, Rabu (31/10) malam.    (Ampelsa/Antara)
Petugas melakukan pendataan barang bawaan jamaah haji saat tiba di Asrama Haji, Banda Aceh, Rabu (31/10) malam. (Ampelsa/Antara)

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Bila koper jamaah haji pada kloter-kloter awal kurang dari berat maksimum 32 kilogram, berbeda dengan koper jamaah kloter-kloter berikutnya. Karena sempat memasukkan kain ihram ke dalam koper dan lebih banyak waktu untuk berbelanja, koper jamaah cenderung terisi penuh, bahkan mulai berlebih.

“Yang kopernya kurang dari berat maksimum itu biasanya karena ditarik pada H-10 keberangkatan, atau paling tidak tiga kloter awal. Kalau sekarang, sudah mulai banyak koper yang overweight,” kata Edayanti Dasril, Kepala Bidang Transportasi Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Jeddah, Sabtu (3/11).

Edayanti mengatakan kenaikan berat koper jamaah terdeteksi saat penimbangan di maktab Makkah atau Madinah. Ada yang berat kopernya sudah mencapai 32,5 kilogram, ada pula yang sampai 35 kilogram. “Kalau yang 32,5 kilogram impossible-lah dibongkar. Tapi, kalau yang 34-35 kilogram, akan kami bongkar,” katanya.

Selain di maktab, koper jamaah itu menjalani dua kali penimbangan lagi. Yaitu, di Madinatul Hujjaj (Asrama Haji Indonesia) di Sarafiyah, Jeddah, dan saat koper-koper itu tiba di Terminal Barat Bandara King Abdul Aziz. Jika ada koper overweight yang lolos saat ditimbang di maktab, belum tentu lolos di Madinatul Hujjaj dan bandara.

Sekadar informasi, dari masing-masing maktab, koper-koper tersebut diangkut dengan truk oleh agent handling Kementerian Agama, menuju Madinatul Hujjaj. Yudi Dewanto, Koordinator Baggage Handling Garuda Indonesia mengatakan rata-rata koper-koper tersebut tiba di Madinatul Hujjaj pada H-1, atau 24 jam sebelum pesawat take off.

Di Madinatul Hujjaj, kru baggage handling Garuda melakukan penimbangan lagi atas koper-koper tersebut, dan memeriksanya dengan sinar x. Selanjutnya, koper-koper tersebut dinaikkan ke dalam kontainer. Ada sekitar 10 kontainer yang standby saat Republika mengunjungi Madinatul Hujjaj, Kamis lalu.

 Koper-koper tersebut, kata Yudi Dewanto, diantar ke bandara paling lambat 12 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat. Di bandara, koper-koper itu ditimbang lagi, sebelum naik ke bagasi pesawat. “Kita harus pastikan koper itu tidak melebih berat maksimum. Kalau nggak, porter di bandara nggak mau angkut,” kata Yudi.

Sampai dengan Kamis, belum ada koper jamaah melebihi berat maksimum dalam penimbangan di Madinatul Hujjaj. Tapi, jika kelak ada koper yang kelebihan berat, Yudi mengatakan terpaksa dibongkar untuk dikeluarkan sebagian isinya. “Kita bongkar dengan izin daker (daerah kerja Kementerian Agama –Red),” katanya.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement