Ahad 30 Sep 2012 13:54 WIB

Minim Ambulan, Petugas Bandara Kesulitan Layani Jamaah Sakit

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Lantaran minim armada ambulan, petugas sektor Bandara Madinah mengaku kesulitan saat akan melayani jamaah yang sakit. "Ketika kami harus merawat pasien, tidak ada dokter serta ambulan dari Indonesia sehingga kami mengalami kesulitan," ujar Wakil Kepala Sektor Bandara Madinah Misi Haji Indonesia, Karta, yang ditemui belum lama ini.

Kepada Wartawan Republika Online, Endah Hapsari, Karta mengakui, mereka mengalami kesulitan saat mengangkut jamaah calon haji ketika akan menaiki bus. Terlebih bila jamaah tersebut harus menggunakan kursi roda.

"Masalahnya adalah pengangkutan dari bandara ke sektor atau ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI)," lanjut dia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, para jamaah kerap mengalami masalah lantaran lelah lama berada di dalam pesawat. Bahkan, sempat ada pula jamaah penderita asma yang langsung mengalami sesak napas begitu turun dari pesawat.

"Jika ada armada ambulan, kita bisa langsung menangani karena biasanya ada persediaan oksigen," papar Karta.

Menurut dia, kebutuhan akan armada ambulan dan tim paramedis di bandara terbilang mendesak. Terlebih jamaah calon haji yang datang tahun ini sebagian besar berusia lanjut.

Seperti yang dialami oleh seorang jamaah perempuan asal Lampung yang tergolong lanjut usia. Dia mengeluhkan kakinya yang ngilu karena terlalu lama dalam pesawat. Saat ditemui, dia masih duduk di atas kursi roda menunggu kedatangan anaknya yang masih harus menuntaskan proses imigrasi bandara.

Menurut Karta, selama ini penanganan darurat biasanya bergantung pada armada ambulan bandara milik pemerintah Saudi. Namun, fasilitas ini pun terbatas lantaran mereka tidak akan mau membawa memakai ambulan jika melihat pasien yang akan dibawa masih terlihat 'segar.'

Petugas bandara sendiri sudah sejak hari pertama bertugas meminta adanya ambulan yang siaga di bandara, termasuk pula petugas paramedis. Namun, menurut mereka, hingga hari ini permintaan tersebut tak kunjung dikabulkan.

Menanggapi ini, Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, mengakui ada keterbatasan armada ambulan. "Biasanya untuk mengatasi ini ada koordinasi dengan tim mobile, sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan ambulan mereka akan segera meluncur ke bandara atau sektor Bir Ali," ujar Jauhari.

Dia melanjutkan, para petugas bisa langsung menghubungi pihak Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) untuk mengirimkan ambulan dan mengangkut jamaah calon haji yang sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement