REPUBLIKA.CO.ID, Masjid Sultan Hassan mempunyai dua menara di sisi kiri kanan. Bentuknya satu dengan yang lain mirip.
Namun, menara yang berada di sisi kanan atau barat daya lebih tinggi dibandingkan dengan yang berada di sisi timur laut. Bagian bawah menara menyatu dengan dinding madrasah dengan tumpuannya berdenah bujur sangkar.
Menara yang lebih besar terdiri atas empat bagian semuanya berpenampang segi delapan, makin ke atas makin ramping dan pendek.
Bagian puncak tidak berupa dinding, tetapi kolom-kolom silindris dengan atap datar dan dihias dengan semacam kubah kecil berbentuk bawang tetapi runcing. Bagian balkon menara dihiasi oleh hiasan runcing-runcing berbentuk penampang bunga cengkeh berderet seperti gerigi dan muqarnas.
Denah madrasah
Sementara itu, unit bangunan madrasah yang terdapat di dalamnya sama dengan model bangunan yang banyak ditemukan pada masa Dinasti Mamluk, yakni mempunyai empat ruangan besar (hall) bersudut tegak lurus yang dipisahkan oleh sebuah halaman terbuka (sahn).
Di empat sisi ruangan besar tersebut terdapat pintu yang tembus ke salah satu madrasah fikih empat mazhab, yaitu Syafi’i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali. Madrasah yang paling besar adalah Madrasah Hanafi sebab luasnya sekitar 898 meter persegi.
Ruangan yang paling besar adalah ruangan sebelah timur. Bagian dindingnya dilapisi oleh batu pualam dan batu mulia yang disusun mengelilingi sebuah bingkai dari batu kapur.
Pada bagian atasnya, terdapat tulisan ayat-ayat dari Surah Al-Fatihah dengan model kufi dipadu dengan ornamen bermotif bunga. Bagian atap ruangan besar ini melengkung hingga 60 derajat. Lengkungan bangunan hall tersebut adalah yang paling besar di Mesir.
Di dalam hall juga terdapat tempat bagi para muazin mengumandangkan azan dan ikamah yang terbuat dari batu pualam ditopang dengan delapan buah tiang. Demikian juga mimbar yang terletak di sebelah kanan mihrab. Mimbar terbuat dari batu pualam putih, sedangkan bagian pintunya dari kayu dilapisi dengan tembaga dalam bentuk ornamen yang beraneka ragam.




