Senin 17 Sep 2012 06:35 WIB

Masjid Madrasah Sultan Hassan, Karya Agung Arsitektur Mamluk (1)

Rep: Nidia Zuraya/ Red: Chairul Akhmad
Masjid Madrasah Sultan Hassan di Kairo, Mesir.
Foto: picturesoftheplanet.com
Masjid Madrasah Sultan Hassan di Kairo, Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, Bangunan bersejarah apa yang wajib didatangi jika suatu hari anda berkesempatan mengunjungi Kota Kairo, Mesir?

Jika pertanyaan ini diajukan kepada para wisatawan asing yang pernah mengunjungi ibu kota Negeri Piramida itu, dengan mantap mereka akan menjawab Masjid Sultan Hassan yang terletak di bundaran Shalahuddin berhadapan dengan Bab Al 'Izb, di belakang benteng (citadel) Shalahuddin.

Masjid yang dahulunya merangkap sebagai bangunan madrasah (sekolah agama) itu adalah masjid yang paling megah dan besar di Mesir, paling tinggi bangunannya, serta paling indah bentuk dan modelnya.

Masjid itu juga dianggap sebagai salah satu karya agung yang pernah dibuat oleh para arsitek dari Kesultanan Mamluk yang pernah berkuasa di wilayah Mesir.

Masjid itu dibangun atas perintah dari Sultan Hassan bin Al-Nasir Muhammad bin Qalawun pada 1356 M. Penguasa Kesultanan Mamluk itu menurut Caroline William dalam bukunya yang bertajuk “Islamic Monuments in Cairo” menginginkan adanya sebuah bangunan masjid dan sekolah agama yang diperuntukkan bagi para pengikut Sunni.

Karenanya, bangunan masjid yang sekaligus berfungsi sebagai madrasah ini dibagi ke dalam empat bagian sesuai dengan empat mazhab utama yang dianut oleh para pengikut Sunni (Syafi'i, Maliki, Hanafi, dan Hanbali).

Proses pengerjaan Masjid Sutan Hassan memakan waktu tujuh tahun lamanya dimulai pada 1356 M dan selesai pada 1363 M. Material bangunan yang digunakan untuk mendirikan masjid itu berasal dari bebatuan yang didatangkan langsung dari kompleks piramida di Giza Necropolis, Kairo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement