Rabu 25 Jul 2012 23:23 WIB

Al-Khazini, Saintis Muslim Perintis Ilmu Gravitasi (3-habis)

Rep: Heri Ruslan/ Red: Chairul Akhmad
Al-Khazini (ilustrasi).
Foto: blogspot.com
Al-Khazini (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Kontribusi penting lainnya yang diwariskan Al-Khazini dalam bidang fisika adalah kitab Mizan Al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya pada 1121 M itu mengungkapkan bagian penting fisika Islam.

Dalam buku itu, Al-Khazini menjelaskan secara detail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan dan hidrostatika.

Selain menjelaskan pemikirannya tentang teori-teori itu, Al-Khazani juga menguraikan perkembangan ilmu itu dari para pendahulu serta ilmuwan yang sezaman dengannya.

Dalam bukunya itu, Al-Khazini juga menjelaskan beberapa peralatan yang diciptakan ilmuwan pendahulunya, seperti araeometer buatan Pappus serta pycnometer flask yang diciptakan Al- Biruni.

Buku itu dinilai Nasr sebagai sebuah karya ilmiah Muslim yang paling esensial tentang mekanika dan hidrostatika, terutama studi mengenai pusat gravitasi.

Dalam buku itu pula, Al-Khazini mengupas prinsip keseimbangan hidrostatis dengan tingkat ketelitian objek sampai ukuran mikrogram (10-6 gr), suatu level ketelitian yang menurut K Ajram dalam The Miracle of Islamic Science, hanya tercapai pada abad ke-20 M.

Al-Biruni dan Al-Khazini merupakan dua ilmuwan Muslim yang pertama kali mengembangkan metode ilmiah dalam bidang ilmu keseimbangan atau statika dan dinamika. Metode itu dikembangkan untuk menentukan berat yang didasarkan pada teori keseimbangan dan berat. Al-Khazini dan ilmuwan pendahulunya menyatukan ilmu statika dan dinamika ke dalam ilmu baru bernama mekanika.

Selain itu, mereka juga menggabungkan ilmu hidrostatika dengan dinamika sehingga melahirkan ilmu baru bernama hidrodinamika. Mereka juga menerapkan teori rasio matematika dan teknik infinitesimal serta memperkenalkan aljabar dan teknik penghitungan ke dalam statika.

Al-Khazini dan ilmuwan Muslim lainnya juga merupakan yang pertama menggeneralisasi teori pusat gravitasi dan mereka adalah yang pertama kali menerapkannya ke dalam benda tiga dimensi. Para ilmuwan Muslim, salah satunya Al-Khazini, telah melahirkan ilmu gravitasi yang kemudian berkembang di Eropa.

Al-Khazini telah berjasa dalam meletakkan fondasi bagi pengembangan mekanika klasik di era Renaisans Eropa. Al-Khazini wafat pada abad ke-12 M. Meski begitu, pemikiran-pemikiran yang telah diwariskannya bagi peradaban dunia hingga kini masih tetap abadi dan dikenang.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi