REPUBLIKA.CO.ID, Mornington tak berhenti pada buku-buku Islam. Ia mulai membaca Alquran di mana kemudian ia menemukan banyak panduan luar biasa tentang keluarga dan kisah-kisah mengagumkan tentang Rasulullah SAW dan istri-istri beliau.
Mornington tak pernah tahu, pengetahuan baru tentang Muslim itu tak saja membuatnya lebih memahami klien-klien Muslimnya, tetapi memahami Islam.
Ia mengaku kagum pada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW itu. “Aku telah menggeluti profesiku lebih dari sepuluh tahun, dan aku menemukan ajaran yang indah tentang keluarga dalam Alquran,” ujarnya.
Semua itu, kata Mornington, berada di luar kehendaknya. “Bagaimana aku mengenal banyak Muslim, bagaimana aku mencoba mengenali Islam demi klienku, bagaimana aku tertarik untuk mengetahui lebih banyak hingga akhirnya aku kagum pada isi Alquran, itu semua bukan pilihanku,” ungkapnya.
Karenanya, Mornington tak pernah merasa dihadapkan pada pilihan. “Tak ada pilihan. Aku hanya merasa Tuhan menuntunku pada satu jalan. Dan itu adalah Islam.”
Selain membawanya pada keputusan untuk bersyahadat pada Ramadhan dua tahun lalu, menemukan hal-hal mengagumkan soal keluarga dalam Islam membuat Mornington sadar bahwa sesuatu yang lebih besar sedang membutuhkan advokasinya. “Bukan saja klien yang datang ke kantorku, melainkan Muslim Inggris seluruhnya,” katanya.
Setelah membaca Alquran dan banyak referensi Islam, Mornington tahu bahwa masyarakat banyak salah memahami tentang aturan dan ajaran Islam. Hal itulah yang dipandangnya menjadi penyebab maraknya kawin paksa di kalangan komunitas Islam, termasuk di negaranya, Inggris. “Itu sama sekali bukan ajaran Islam,” tegasnya.