Jumat 22 Jun 2012 15:40 WIB

Jamaah Tabligh: Berawal dari Dakwah Sederhana (3)

Jamaah Tabligh/Ilustrasi
Foto: Antara
Jamaah Tabligh/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Khutbah keliling

Kemudian, Syekh Ilyas  memutuskan untuk meninggalkan kedudukannya sebagai pengajar di Madrasah Mazharul 'Ulum di Saharanpur dan pindah ke Basti Nizamuddin di alun-alun lama kota Delhi guna memulai misi dakwahnya dengan cara khutbah keliling.

Gerakan tablig melalui khutbah keliling itu mulai diluncurkan secara resmi pada 1926 dari wilayah Basti Nizamuddin. Kelak, di wilayah itulah  pusat internasional Jamaah Tabligh berdiri. Setelah  India pecah pada 1947, Raiwind, sebuah kota kecil di tepi jalan raya dekat Lahore, Pakistan, menggantikan Basti Nizamuddin sebagai pusat utama aktivitas organisasi dan dakwah Jamaah Tablig.

Tablig resmi yang digaungkan Syekh Ilyas  bergerak mulai dari kalangan bawah, kemudian merangkul seluruh masyarakat Muslim tanpa memandang tingkatan sosial dan ekonominya. Tujuan yang ingin dicapai mereka hanya satu, yakni untuk menjadikan kaum Muslim menjalankan perintah agamanya tanpa memandang asal-usul mazhab atau aliran pengikutnya.

Dengan metode itu, dalam waktu kurang dari dua dekade, Jamaah Tablig berhasil di kawasan Asia Selatan dan terus berkembang luas hingga ke wilayah Asia Barat Daya, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement