Selasa 12 Jun 2012 23:33 WIB

Rumah Sakit pada Masa Keemasan Islam (4)

Rep: Nidia Zuraya / Red: Chairul Akhmad
Dokter Muslim saat mengobati pasien (ilustrasi).
Foto: iiim.org
Dokter Muslim saat mengobati pasien (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Keenam, rumah sakit Islam pada zaman kekhalifahan tak hanya sekadar tempat untuk merawat dan mengobati orang sakit.

Rumah sakit juga berfungsi sebagai tempat menempa mahasiswa kedokteran, tempat pertukaran ilmu kedokteran, dan pusat pengembangan dunia kesehatan dan kedokteran secara keseluruhan.

Rumah sakit besar dan terkemuka dilengkapi dengan perpustakaan mewah yang memiliki koleksi buku-buku terbaru.

Selain itu, rumah sakit Islam zaman kekhalifahan juga dilengkapi auditorium untuk pertemuan dan perkuliahan. Di kompleks rumah sakit juga berdiri mes atau perumahan untuk mahasiswa kedokteran serta staf rumah sakit.

Ketujuh, untuk pertama kalinya dalam sejarah, rumah sakit Islam menyimpan data pasien dan rekam medisnya. Konsep itu hingga kini digunakan rumah sakit yang ada di seluruh dunia. Kedelapan, selama era kekhalifahan Islam, ilmu farmasi dan profesi apoteker telah berkembang menjadi ilmu dan profesi terkemuka.

Sistem pengobatan dalam Islam

Khazanah Islam telah mengenal sistem pengobatan sejak masa awal Islam. Sistem pengobatan yang dikenal luas dalam khazanah Islam ini mengacu kepada perkataan dan tindakan Rasulullah SAW yang terkait dengan upaya menanggulangi wabah penyakit, penyembuhan penyakit, dan perawatan pasien. Sistem pengobatan yang diadopsi dari Rasulullah SAW ini dikenal sebagai thibbun nabawi.

Dalam makalah yang disampaikan pada "Seminar Pengobatan Ilmiah dan Islam" di Universitas Diponegoro Semarang, Guru Besar Epidemologi dan Kedokteran Islam Universitas Brunei Darussalam, Prof Dr Omar Hasan Kasule MB ChB MPH, memaparkan bahwa thibbun nabawi mempunyai beberapa sumber, yaitu wahyu, pengalaman empiris Rasulullah, pengobatan tradisional pada masa itu di semenanjung Arab, dan ilmu pengobatan dari komunitas lain yang telah diketahui di Makkah dan Madinah pada masa Rasulullah.

Alquran sebagai salah satu sumber thibbun nabawi, terang Prof Kasule, telah menyajikan banyak ayat yang berhubungan dengan penyakit dalam tubuh dan pikiran serta cara penyembuhannya. Alquran berbicara tentang kesehatan fisik dan mental yang buruk atau penyakit hati.

Alquran juga memuat doa untuk kesehatan yang baik sebagaimana panduan terapi khusus seperti madu, hanya memakan makanan yang sehat dan halal, menghindari makanan yang haram dan tidak sehat, serta tidak makan dalam jumlah yang berlebihan.

Sementara itu, pengalaman empiris Rasulullah yang mencakup masalah pengobatan; perawatan medis yang juga dipraktikkan orang lain pada masa Rasulullah; perawatan medis yang diamati Rasulullah; dan prosedur medis yang didengar atau diketahui Rasulullah telah banyak diriwayatkan dalam sejumlah hadis. Contohnya adalah hadis yang menerangkan cara pemakaian madu untuk mengobati penyakit perut ringan seorang sahabat.

Imam Bukhari dalam kitab sahihnya meriwayatkan sekitar 299 hadis yang secara langsung berhubungan dengan pengobatan. Ia menyumbangkan dua buah buku kesehatan, yaitu Kitab Al-Thibb dan Kitab Al-Mardha.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement