REPUBLIKA.CO.ID, Pasca meninggalnya Roger II, Al-Idrisi melanjutkan untuk menulis sebuah karya geografi untuk William I, putra Roger II. Namun, pada tahun 1160, terjadi pemberontakan di Sisilia melawan William I.
Mereka menjarah istana, membakar catatan pemerintah, buku, dan dokumen termasuk edisi latin baru dari buku Roger II yang rencananya akan Al-Idrisi sajikan kepada William.
Karena pemberontakan tersebut Al-Idrisi melarikan diri ke Afrika Utara. Di sana ia menetap selama enam tahun dan kemudian meninggal. Teks Arab dari Buku Roger diterbitkan di Roma oleh pers Medici pada tahun 1592 dan tidak lagi tersedia untuk Eropa dalam bahasa Latin sampai abad ke-17.
Kartografer Muslim yang menginspirasi
Al-Idrisi bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad ibnu Muhammad ibnu Abdullah ibnu Idris Asy-Syarif. Di kalangan umat Islam ia dikenal dengan Asy-Syarif Al-Idrisi Al-Qurthubi, sementara Barat mengenalnya dengan nama Dreses.
Al-Idrisi dilahirkan di Kota Cetua, Afrika Utara, pada tahun 1100 M. Ia tumbuh dan besar di Cetua dan menempuh pendidikan di Cordova, Spanyol, dan meninggal dunia tahun 1166 M.
Al-Idrisi juga merupakan ahli farmakologi dan seorang dokter. Namun, minatnya yang besar pada matematika dan astronomi menjadikannya sangat ahli di bidang navigasi. Hal ini membawanya menjadi seorang yang sangat pakar di bidang geografi dan pembuatan peta (kartografi).
Sejarawan SP Scott memuji karya geografi Al-Idrisi sebagai sebuah era baru dalam sejarah pengetahuan. Informasi historis karya-karya Al-Idrisi sangat menarik dan berharga, meskipun deskripsi karyanya terhadap banyak tempat di bumi masih otoritatif.
Selama tiga abad, para pakar geografi menyalin peta Al-Idrisi tanpa perubahan. Posisi relatif danau yang membentuk sungai Nil, seperti yang digambarkan dalam karyanya, tidak banyak berbeda dari yang dibuat Baker dan Stanley lebih dari 700 tahun kemudian.
Karya teks geografi Al-Idrisi, Nuzhatul Mushtaq, juga sering dikutip oleh para pendukung teori hubungan Andalusia-Amerika pra-Columbus. Bukunya yang lain, Rawdh An-Nas wa Nuzhat An-Nafs (Kesenangan Manusia dan Kegembiraan Jiwa) berisi rincian-rincian yang sangat akurat mengenai Nigeria, Timbuktu, Sudan, dan hulu sungai Nil.
Selain itu, Al-Idrisi juga menulis beberapa buku yang membahas tanaman obat dan zoology. Bukunya yang paling terkenal di bidang ini adalah Kitab Al-Jami’ li Shifat Asytat An-Nabatat.
Al-Idrisi menginspirasi pakar geografi Islam lainnya seperti Ibnu Batutah, Ibnu Khaldun, Piri Reis dan Barbary Corsairs. Petanya juga menginspirasi Christopher Columbus dan Vasco Da Gama.




