Kamis 10 May 2012 20:39 WIB

Geliat Islam di Bordeaux (1)

 Alun-alun Place de la Victoire di Kota Bordeaux, Prancis.
Foto: skyscrapercity.com
Alun-alun Place de la Victoire di Kota Bordeaux, Prancis.

Oleh: Sofyan Muhammad*

Sudah menjadi kebiasaan bagi saya, ketika pertama kali mendatangi suatu daerah baru, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari pusat kota dan masjid raya.

Mengapa? Sebab, dengan mencari pusat kota atau alun-alun, saya akan tahu representasi kegiatan pemerintah kota tersebut mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, aparat keamanan, pelayanan publik, serta sejauh mana keberadaan taman kota atau tempat terbuka lainnya untuk penduduk kota.

Alun-alun yang lengkap dengan fungsi-fungsi tersebut ditambah unsur kebersihan dan ketertiban yang terjaga merupakan gambaran kecil tertibnya fungsi pemerintah setempat dalam melayani masyarakat.

Ketika saya berkesempatan melanjutkan pendidikan di Kota Bordeaux, Prancis, dengan didanai oleh Beasiswa Unggulan (BU) Kemendiknas, hal pertama yang saya cari adalah alun-alun dan masjid raya kebanggaan Kota Bordeaux.

Sebelum datang ke Prancis, saya sudah mempelajari kehidupan beragama di sana, khususnya kehidupan komunitas Islam. Banyak informasi yang saya dapatkan tentang kebijakan Pemerintah Prancis dan sikap masyarakat asli Prancis non-Islam terhadap komunitas Islam di Prancis.

Lebih banyak informasi yang tidak mendukung keberadaan Islam di negara Menara Eiffel ini daripada cerita yang menyenangkan. Mulai dari pelarangan burqa sampai dengan dikucilkannya komunitas/keluarga Islam.

Menurut laporan Marchelon Report (lembaga independen) yang diberi tugas langsung oleh Presiden Nicolas Sarkozy untuk mendata populasi pemeluk agama di kalangan warga Prancis, diketahui 65 persen memeluk Katolik, enam persen menganut Islam, dua persen Protestan, dan diikuti oleh pemeluk Yahudi dan Buddha serta tidak beragama.

Ini berarti pemeluk Islam nomor dua di Prancis. Setiap agama memiliki perwakilan organisasi yang diakui Pemerintah Prancis. Asosiasi yang diakui oleh Pemerintah Prancis untuk komunitas Islam, yaitu Conseil Francais du Culte Musulman (CFCM). Organisasi ini dibentuk pada 2003 untuk memfasilitasi komunikasi antar pemeluk Islam dengan Pemerintah Prancis.

* Pelajar Indonesia di Prancis   

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement