Oleh: Prof DR Nasaruddin Umar
Pembacaan wirid, mudzakarah, pembacaan rawi maulid Nabi (amdah, maulidah), dan beberapa syair yang diambil dari kuatrain sufi penyair Arab dan Persia, biasanya dilantunkan dengan lagu-lagu yang dinyanyikan berjamaah.
Di Indonesia, pembacaan berbagai macam shalawat Nabi, seperti shalawat Badar, dilantunkan bagaikan himne yang peruntukkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Tidak jarang para jamaah meneteskan air mata ketika melantunkan shalawat Nabi tersebut.
Tarekat Syaziliyah yang berkembang di Maroko sampai Iraq, sangat kental dengan nyanyian/nasyid yang diambil dari Burdah (mantel)¸ karya penyair sufi Mesir, Al-Bushiri (w 694 H/1296 M).
Konon syair ini diilhami oleh mimpi. Sedangkan tarekat Syaziliyah yang berkembang di Suriah, menyenandungkan himne-himne yang diambil dari kumpulan syair (diwan) karya penyair sufistik, Abdul Gani Al-Nabulusi dari Nablus, Palestina yang hidup pada tahun 1641-1731M. Pembacaan kidung spiritual biasanya dilakukan di dalam sebuah tempat khusus yang disebut dengan Zawiyah.
Bait-bait yang dilantunkan oleh para penyair sufi memiliki makna eksoterik dan makna esoterik. Contoh kidung-kidung tersebut antara lain sebagai berikut:
Wahai engkau yang tampil saat bangkitnya lingkaran Yang Tak Terlihat,
Wahai engkau yang berhenti di tenda orang-orang yang dekat di hati,
Jangan salahkan aku, wahai pemeriksa, karena mencintai si cantik dengan tubuh mulus,
Karena aku tidak punya keterkaitan lain kecuali dengan Dia yang hadir di balik tirai.
Harumnya rahasia tercium di taman pertemuan,
Dan aromanya membuat kami mabuk kepayang.
Makna esoterik dari “Dia yang berhenti di tenda orang-orang yang dekat di hati” adalah akal (akal pertama/al-aql al-awwal), yang oleh para sufi disebut makhluk pertama. Karena itu ia merupakan pancaran cahaya yang menyatukan semua dunia.
“Si cantik dengan tubuh mulus” adalah berbagai keindahan di dunia yang subtil, yakni bidadari yang cahayanya bersumber dari Zat Yang Maha Mutlak. “Harumnya rahasia-rahasia” adalah manifestasi kasat mata dari kehadiran Ilahi yang bisa memabukkan, karena dikaitkan dengan anggur atau Laila, sang kekasih.




