REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Cina mengatakan Rabu (4/01), tujuh orang tewas oleh polisi. Tujuh orang tersebut mayoritas muslim di Xinjiang, dan mereka sudah mencoba meninggalkan negara itu, untuk gelombang "perang suci".
"Orang-orang tersebut mencoba menyebrangi perbatasan ke luar negeri, dengan tujuan perang suci," kata juru bicara Departemen Luar Negeri China, Hong Lei pada konferensi pers harian, Reuters melaporkan.
"Mereka telah diculik oleh para pemburu, kemudian diantara mereka ada yang melarikan diri dan memberitahu otoritas keamanan publik untuk membatalkan niat mereka," katanya lagi.
Tujuh orang ditembak mati dan empat terluka dan ditangkap oleh polisi Cina di Phisan County, selatan Xinjiang pekan lalu. Pihak berwenang mengatakan, seorang polisi tewas selama operasi pembebasan sandera yang diambil oleh penculik.
"Sementara ini yang terjadi, mereka dengan kejam dibunuh dan beberapa ada yang terluka oleh beberapa polisi Cina. Hal ini sangat jelas insiden kekerasan teroris," kata Hong.
Polisi Cina mengungkapkan, penculik diperkirakan adalah orang Pakistan, yang diduga telah bekerja sama dengan Muslim uighur di Xinjiang.




