Jumat 07 Oct 2011 09:04 WIB

Kereta Mashair, Solusi Transportasi di Armina

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: taufik rachman

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Kereta Mashair akan mengangkut lebih dari 500.000 jamaah haji ketika sudah bisa dioperasikan dengan kaspasitas penuh. Kereta ini melayani tempat-tempaat suci di Mina, Arafah dan Muzdalifah.

Penumpang yang menggunakan layanan kereta ini akan dikenai tarif 250 Real Saudi (SR) dari 7-12 Dzulhijah. Wakil menteri urusan perkotaan dan pedesaan, Habib Zaine Al-Abidine mengatakan, tarif tersebut termasuk perjalanan dari Mina menuju Arafah dan dari Arafah ke muzdalifah serta kembali lagi ke Mina pada puncak ibadah haji.

"Tidak ada kereta api di dunia yang memiliki fasilitas transportasi yang bisa mengangkut 90.000 orang dalam waktu singkat seperti kereta ini," katanya.

Tahun ini kereta akan melayani jamaah haji domesrik dan teluk Asia Selatan sejumlah 200.000, disamping jamaah dari negara-negara Arab. Zaine Al Abidine berharap transportasi jamaah dari Arafah ke Muzdalifah pada 9 Dzulhijah akan diselesaikan dalam waktu lima jam. Ia meminta media untuk mendorong jamaah dan organisasi Tawafa untuk memanfaatkan kereta api.

Kereta MAshair ini dapat digunakan sepanjang tahun untuk promosi pariwisata, terutama untuk mengangkut jamaah umroh yang ingin mengunjungi tempat-tempat suci. Kementrian telah mendirikan pusat perawatan untuk memastikan tidak ada ganggun pada kereta api. Pusat perawatan ini meliputi area seluas 800 meter persegi, termasuk di dalamnya ada pusat remot kontrol.

Zaine Al-Abidine mengatakan pengangkutan jamaah dari Mina menuju Arafah akan dimulai pada jam 11 malam, 8 Dzulhijah sampai jam 10 pagi hari berikutnya. Ia mengungkapkan rencana akan memperpanjang rel kereta api dengan sambungan kereta api Haramain yang akan menghubungkan Makah dan Madinah melalui Jeddah.

"Kereta api ini sangat bermanfaat menfasilitasi transportasi jamaah," kata kordinator kereta Mashair, Abdul Bashir Abdul Jaleel mengomentari proyek senilai 6,5 miliar SR ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement