Rabu 03 Aug 2011 13:46 WIB

Wanita-Wanita Teladan: Ummu Kultsum binti Abu Bakar, Putri Khalifah yang Dipinang Khalifah

Red: cr01
Ilustrasi
Foto: http://www.wayfaring.info
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Ia merupakan salah seorang wanita utama pada zamannya. Pernah dipinang oleh Umar bin Khathab, namun tidak jadi dinikahinya.

Awalnya, dikarenakan ada seorang lelaki Quraisy yang berkata pada Umar bin Khathab, "Maukah kau menikahi Ummu Kultsum binti Abu Bakar. Kau bisa menjaga kemuliaannya setelah Abu Bakar meninggal dan menggantikannya dalam keluarganya?"

Umar menjawab, "Boleh, aku suka itu. Pergilah kau pada Aisyah dan sebutkan apa yang kumaksud (meminang Ummi Kultsum). Lalu kembalilah padaku dengan jawabannya!"

Kemudian datanglah seorang utusan pada Aisyah dengan membawa pesan Umar. Aisyah menjawab apa yang ditanyakan Umar, dan berkata, "Sungguh suatu kemuliaan."

Tak lama berselang, Mu'irah bin Sya’bah datang dan melihat Aisyah gelisah. "Ada apa denganmu, wahai Ummul Mukminin?" tanyanya.

Aisyah menceritakan apa yang terjadi barusan tentang seorang utusan Umar yang hendak meminang Ummu Kultsum. "Dia (Ummu Kultsum) baru saja menjalani hidupnya. Dan aku ingin bersikap lemah lembut pada anak ini. Aku khawatir dengan sikap Umar yang keras terhadapnya."

"Aku akan menyampaikannya pada Umar, sebagai utusanmu," kata Mu’irah. 

Dia pun berangkat ke tempat Umar, lalu berkata, "Semoga anda hidup damai dan diberkahi dengan banyak anak. Aku baru saja berkunjung dari Aisyah dan aku mendengar anda meminang Ummi Kultsum."

"Ya, benar demikian adanya," jawab Umar.

"Bukankah kau orang yang keras dalam bersikap terhadap keluargamu, wahai Amirul Mukminin," kata Mu'irah. "Dan orang yang hendak anda pinang ini masihlah anak yang berumur kecil. Dia masih belum tahu apa-apa. Bila suatu saat kau bersikap kasar padanya, tentu dia akan berteriak menangis. Dan hal itu tentu akan membuatmu khawatir. Aisyah juga akan merasa sakit perasaannya. Mereka akan teringat Abu Bakar, lalu mereka menangis. Sehingga musibah akan terus berlangsung pada keluarga mereka, yang masanya saling berdekatan di setiap harinya.

"Kapan kau datang dari Aisyah dan katakanlah jujur padaku!" 

"Baru saja."

"Aku tahu mereka tidak suka padaku. Mereka menginginkan agar aku mencabut apa yang telah aku minta tadi. Dan Sungguh aku memaafkan mereka," kata Umar.

Mu’irah kembali kepada Aisyah dan mengatakan kabar yang barusan diperolehnya dari Umar. Dan Umar tetap berpegang pada pendapatnya. Dia tidak jadi meminang Ummu Kultsum.

Beberapa orang meriwayatkan hadits dari Ummu Kultsum binti Abu Bakar, seperti saudara perempuannya, Aisyah Ummul Mukminin; anaknya, Ibrahim bin Abdurrahman bin Abu Rabi’ah bin Abdullah Al-Anshari; Talhah bin Yahya bin Talhah, dan Mughirah bin Hakim As-Shaghani. Dan beberapa imam juga meriwayatkan haditsnya, di antara mereka Muslim dan Tirmizi.

sumber : A’lamu An-Nisa karya Abdul Badi’ Shaqar
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement