Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Ini Pesan Kasih Sayang Cak Nun untuk Bangsa

Selasa 11 Jun 2019 11:00 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

 Emha Ainun Najib (Cak Nun) saat mengisi Syawalan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (10/6).

Emha Ainun Najib (Cak Nun) saat mengisi Syawalan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (10/6).

Foto: Dokumen UNY
Cak Nun mengajak semua menghayati Idul Fitri sebagai kemurahan Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Keluarga Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar Syawalan Idul Fitri 1440 Hijriah. Pada kesempatan itu, Emha Ainun Najib menitipkan pesan kasih sayang untuk bangsa.

Baca Juga

Ia mengatakan, hidup itu ada kolusi kepada Allah SWT. Keberadaan Allah SWT itulah yang membuat  manusia yang merupakan mahluk fana tidak pernah kalah. "Alasannya kasih sayang, karena bila kita betul-betul pasrah, ikhlas diberikan takdir apapun, Allah tidak akan mentakdirkan," kata Cak Nun di Auditorium UNY, Senin (10/6).

Bahkan, Cak Nun menilai, ada klausul untuk mendapatkan ridha Allah SWT di dunia maupun di akhirat. Tentu saja, klausul itu bukan transaksi rasional melainkan transaksi cinta.

Itu sebabnya, ia merasa puasa pada bulan suci Ramadhan menjadi pengingat manusia perlu membatasi dan mengendalikan diri. Apalagi manusia diberi akal meregulasi mana yang dikendalikan.

Untuk itu, ada matriks halal, haram, makruh, sunnah, untuk meregulasi mana yang harus dibatasi dan dilampiaskan. Cak Nun mengajak semua menghayati Idul Fitri sebagai kemurahan Allah SWT. "Yaitu kembali ke fitrah, asal tidak melakukan tiga hal yaitu jangan mencuri, menghina atau menghilangkan nyawa, maka akan diridhoi Allah SWT," ujar Cak Nun.

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa menuturkan, halal bi halal merupakan istilah Indonesia yang memakai bahasa Arab. Uniknya, di sana, baik katanya maupun tradisinya, tidak ada sama sekali.

Ia menilai, sebelum dibakukan menjadi kata dalam bahasa Indonesia, halal bi halal sudah ditemukan dalam kamus Jawa-Belanda. Ada di kamus kumpulan Pigeaud terbitan 1938.

Dalam kamus itu, halal bi halal ada di entri huruf a dengan kata alal behalal dengan arti maaf-memaafkan pada Lebaran. Artinya sama dengan arti yang dibakukan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Versi lain menyebutkan halal bi halal merupakan gabungan kata berbahasa Arab. Ada dua kata halal yang berarti boleh, dan kata bi berarti dengan.

"Artinya, saling menghapus segala hal yang dilarang, seperti dosa dan kesalahan terhadap orang lain. Saya berharap halal bi halal ini dapat memberi semangat meningkatkan kinerja," kata Sutrisna.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA