Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Risma Ajak Takmir Masjid Bentuk Karakter Anak Muda

Kamis 16 May 2019 06:42 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

 Seoranng takmir membersihkan mimbar masjid (ilustrasi)

Seoranng takmir membersihkan mimbar masjid (ilustrasi)

Foto: Antara
Risma mengajak seluruh takmir mushola dan masjid untuk membentengi anak muda

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengadakan pertemuan sekaligus silaturahmi dengan takmir mushola maupun masjid se-Kecamatan Sukolilo, Surabaya, di Gedung Wanita Kalibokor Surabaya, Rabu, (15/5). Risma mengajak seluruh takmir mushola dan masjid untuk ikut bergandengan tangan, dalam membentuk karakter anak-anak muda, serta membentengi mereka dari pengaruh-pengaruh negatif.

Ayo kita makmurkan masjid, kita buat agenda-agenda positif yang anak-anak bisa senang ketika berada di masjid. Artinya, senang bahwa agama Islam itu indah,” kata Risma di sela kegiatan.

Risma mengatakan, upaya untuk membentengi generasi muda itu tidak bisa hanya melalui pendidikan formal. Namun juga diperlukan pendidikan keagamaan yang tetap memegang teguh pada ideologi Pancasila.

Karena itu diperlukan sebuah sinergitas yang kuat antara ulama dan umaro. “Saya kepingin anak-anak kita, anak di Surabaya tidak hanya patuh kepada orang tuanya. Tapi juga patuh kepada gurunya,” ujarnya.

Risma meyakini, lewat berbagai kegiatan keagamaan yang dikemas menarik oleh takmir masjid, maka anak-anak akan merasa senang ketika berada di masjid. Sehinhha, anak-anak sejak dini sudah mulai ditanamkan nilai-nilai kepribadian keagamaan yang baik.

“Bagaimana sekarang kita menghidupkan itu? Saya hidupkan kembali mauludan di Balai Kota dan ternyata anak-anak juga senang,” katanya.

Ia mengingatkan, akhir-akhir ini banyak terjadi berita-berita fitnah, hoaks, yang bukan hanya terjadi di Indonesia saja namun juga di negara tetangga lainnya. Misalnya saja yang terjadi di negara-negara timur tengah. Akibatnya, negara tersebut menjadi tidak kondusif dan penduduknya mudah terpecah belah.

“Karena itu, mari kita hidupkan kembali kegiatan-kegiatan keagamaan di masing-masing wilayah. Insya Allah kita tidak akan kekurangan kalau niat kita ikhlas,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA