Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Kemenag Bagikan Buku Fikih Ibadah Braille di IBF 2019

Kamis 28 Feb 2019 16:00 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Agung Sasongko

Islamic Book Fair 2019. Pengunjung memilih buku pada hari pertama Islamic Book Fair ke-18 di Balai Sidang Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Islamic Book Fair 2019. Pengunjung memilih buku pada hari pertama Islamic Book Fair ke-18 di Balai Sidang Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Buku Fikih Ibadah Braille dibagikan secara gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Kemenag) membagikan buku Fikih Ibadah braille secara gratis pagi penyandang disabilitas nerta. Pengunjung bisa mendapatkan buku ini dengan mengunjungi stan Ditjen Bimas Kemenag di Islamic Book Fair (IBF) yang dilaksanakan selama 27 Pebruari sampai 3 Maret di JCC, Senayan, Jakarta.

Kepala bagian humas Ditjen Bimas Kemenag, Sigit kamseno mengatakan buku Fikih Ibadah braille akan dibagi - bagikan kepada penyandang disabilitas tanpa ada persyaratan khusus selama pelaksanaan IBF 2019.

"Kami membagikan banyak buku termasuk untuk penyandang disabilitas yaitu Fikih Ibadah braile gratis tanpa syarat apapun. Mereka bisa mengambil langsung tanpa melalui perantara ke sini (stan Ditjen Bimas Kemenag di Islamic Book Fair (IBF)," kata Sigit, Kamis (28/2), di JCC, Senayan, Jakarta.

Selain membagikan Fikih Ibadah braile secara gratis Ditjen Bimas Kemenag pun membagikan Al quran braile secara gratis bagi penyandang disabilitas netra. Tidak hanya menyediakan literasi keagamaan untuk penyandang disabilitas netra, Sigit menambahkan, selama lima hari di IBF akan membagikan 100 Alquran, Juz amma dan buku tafsir terjemahan.

"Kami juga membagikan 100 Alquran, Juz amma dan buku - buku tafsir terjemah namun kalau ini ada syarat. Syaratnya pengunjung harus menyambung ayat yang akan diberikan penguji disini,"tandasnya.

Ditjen Bimas Islam Kemenag  meluncur Fikih Ibadah Braille,  Rabu (27/2), di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Buku ini terdiri dari empat bab pembahasan, yakini bab fikih shalat, puasa, zakat, haji dan umrah. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim, mengatakan peluncuran buku ini adalah salah satu upaya membantu memenuhi kebutuhan literasi keagamaan bagi penyandang disabilitas netra.

Ia menambahkan, untuk menjaga kualitas dari buku ini, Ditjen Bimas Islam bekerja dan Kepustakaan Islam Kemenag bekerja sama dengan beberapa pihak diantaranya dengan ahli fikih disabilitas ormas Islam, akademisi dan para penyandang disabilitas netra lainnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA