Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

MUI Imbau Hindari Hoaks di Media Sosial

Selasa 26 Feb 2019 20:14 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
MUI menyarankan media sosial diisi konten-konten positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan teknologi membuat orang-orang dengan mudah mengakses berbagai informasi. Diseminasi konten di media sosial (medsos) diakui berlangsung begitu cepat, sehingga menuntut para pengguna internet untuk hati-hati dalam mengonsumsi berita.

Baca Juga

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas. Menurut dia, dunia digital semestinya dipenuhi tulisan-tulisan yang bermanfaat. Dengan begitu, literasi masyarakat, khususnya umat Islam, di Indonesia dapat ditingkatkan.

Sebagai upaya meningkatkan literasi masyarakat Muslim, dia menyarankan supaya media sosial dipenuhi konten-konten yang bermanfaat dan memotivasi orang-orang untuk berbuat baik.

"Hoaks (di media sosial harus) dihindari, hal-hal yang tidak baik agar dihindari. Pornografi itu juga dihindari semua. Perbanyak konten-konten baik," ujar Buya Anwar Abbas kepada Republika.co.id, Selasa (26/2).

Dia menambahkan, pada beberapa dasawarsa lalu, minat baca masyarakat dapat diukur dengan jelas. Misalnya, ditinjau dari jumlah oplah koran atau pengunjung perpustakaan. Namun, kini tidak mungkin lagi mengukur minat baca dengan patokan-patokan konvensional semacam itu. Orang di mana-mana mudah mengakses internet via ponsel pintar (smartphone) atau komputer jinjing.

Dia mencontohkan, kalangan mahasiswa sekarang cenderung suka mengambil bahan-bahan dari internet, tidak lagi dari buku di perpustakaan. Hal itu memunculkan kekhawatiran, yakni bila para pelajar cenderung terbiasa berpikir serba instan serta tidak berorientasi pada kualitas. Kalau para pelajar banyak yang melakukan copy paste dari internet, sebut dia, maka tidak akan ada peningkatan kemampuan literasi pada diri mereka.

"Kalau kita ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi milenial yang akrab dengan dunia digital, maka buku-buku dan tulisan berkualitas harus didigitalisasi," jelas tokoh Muhammadiyah itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA