Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Menghindari Zalim di Dunia

Sabtu 16 Feb 2019 14:30 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Bumi

Bumi

Foto: sanmonku.deviantart.com
Tujuan Muslim hidup di dunia mencari ridha Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tujuan seorang Muslim hidup di dunia adalah mendapat keridhaan Allah SWT. Salah satu cara mendapatkan ridha itu ada lah dengan melakukan amalan dan menghindari akhlak tercela. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar RA, ada seorang Anshar yang bertanya pada Nabi Muhammad SAW. Ia bertanya perihal dua hal, salah satunya tentang siapakah muk min paling utama. "Wahai Ra su lullah, mukmin manakah yang paling uta ma?" tanya orang Anshar tersebut. Nabi SAW pun menjawab, "Orang yang paling baik akhlaknya."

"Dari cerita ini, umat diingatkan un tuk terus menjaga perilaku atau akhlak nya. Jangan sampai semasa hidup akh lak kita tercela. Orang yang paling bagus akhlaknya adalah yang kelak paling dekat posisinya dengan para Nabi di surga," ujar Ustaz Abu Hurairah dalam kajiannya di Masjid Al Azhar Cempaka Putih, Jakarta, belum lama ini.

Ia pun menyebut meski Nabi Mu ham mad merupakan orang yang paling bersih dan disebut kekasih Allah, beliau masih ber lindung kepada Allah atas akhlak-akh lak tercela. Rasulullah SAW sangat takut perbuatannya dapat menya kiti orang lain. Nabi seumur hidupnya berlindung kepada Allah SWT atas empat perkara. Dalam HR Tirmidzi, Nabi ber doa, "Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlak tercela, amal-amal yang tidak berkesesuaian, dan hawa nafsu yang mungkar, dan berbagai macam penya kit."

Dalam doanya itu, Nabi meminta kepada Allah untuk dijauhkan dari akhlak buruk. Akhlak jelek ini bisa yang bersinggungan dengan syariat Islam, termasuk di dalamnya sesuatu yang dapat menodai keimanan umat Islam. Salah satu akhlak yang tercela adalah zalim. Sikap ini berlawanan dengan sifat adil. Zalim berarti meletakkan sesuatu yang bukan pada tempatnya dan bukan kepe milikannya. "Wajib bagi setiap Muslim untuk berhati-hati dan waspada atas per buatan zalim ini," ucap Ustaz Abu.

Dalam Alquran, banyak surat-surat yang membahas mengenai perbuatan zalim dan meminta umat untuk meng hin darinya. Dalam surah Ibrahim ayat 42 dikatakan, "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak."

Surat lain yang membahas perihal perilaku zalim dituliskan pada surah al- Furqan ayat 19. Dalam surah itu Allah berfirman, "Maka sesungguhnya mereka (yang disembah itu) telah mendustakan kamu tentang apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak (pula) menolong (dirimu), dan barang siapa di antara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA