Kamis 19 Jul 2018 14:53 WIB

Sosok KH Saifuddin Amsir di Mata KH Cholil Nafis

Ketika menjadi pengurus MUI, KH Cholil juga sempat berjuang dengan KH Saifuddin.

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah
Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis dan Ustaz Yusuf Mansur saat mengunjungi rumah duka almarhum Kiai Betawi karismatik, KH Saifuddin Amsir di Jalan Budi Harapan No.8 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (18/7).
Foto: Dok KH Cholil Nafis
Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis dan Ustaz Yusuf Mansur saat mengunjungi rumah duka almarhum Kiai Betawi karismatik, KH Saifuddin Amsir di Jalan Budi Harapan No.8 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (18/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kiai Betawi berkarismatik, KH Saifuddin Amsir telah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit OMNI Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (19/7). Banyak tokoh dan ulama yang berkunjung ke rumah duka. Salah satunya adalah Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Cholil Nafis.

KH Cholil mengenal KH Saifuddin sejak dia menjadi Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Pusat. Saat itu, KH Cholil kerap mengundang KH Saifuddin dalam kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII.

"Kami sering mengikuti pengajian dan ceramah-cermaahnya. Beliau kami kenal sebagai Kiai Betawi karismatik penerus Kiai Syafii Azami," ujar KH Cholil kepada Republika.co.id usai mengunjungi rumah duka, Kamis (19/7).

Baca: Kesedihan Yusuf Mansur Atas Wafatnya KH Saifuddin Amsir

Ketika menjadi pengurus MUI, KH Cholil juga sempat berjuang bersama dengan KH Saifuddin di MUI DKI. Begitu juga pada saat KH Hasyim Muzadi menjadi Ketum PBNU, KH Cholil saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Bahtsul Masail PBNU dan KH Saifuddin menjadi Rais Aam Syuriah PBNU.

"Kami mengenalnya, beliau sangat sejuk dan sangat menghargai anak muda. Perasaan saya seakan-akan seperti anaknya beliau," ucap KH Cholil.

Pengasuh Ponpes Cendikia Amanah ini juga mengenal sosok KH Saifuddin sebagai pengajar yang sangat fasih mengucapkan makharijul hurufnya. Saat mengajar, kata KH Cholil, pasti KH Saifuddin merujuk dari qaul ulama yang menjadi dalilnya, dan juga merujuk dalil Alquran dan hadits.

"Yang bisa kita pelajari dari beliau adalah keikhlasannya. Beliau akan datang diundang acara pengajian kecil maupun besar asalkan beliau kosong. Kedua, beliau juga semangat menulis untuk buku-buku kecil yang dapat dipedomani oleh masyarakat," kata KH Cholil.

Selain KH Cholil, banyak tokoh-tokoh lain yang mengunjungi rumah duka di Jalan Budi Harapan No 8 Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, sebelah Kampus Borobudur. Di antaranya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ustaz Yusuf Mansur, Wali Kota Jakarta Timur, dan juga Wali Kota Jakarta Selatan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement