Selasa 08 May 2018 17:09 WIB

Menag: Lestarikan Relasi Ulama dan Umara

sejarah berdirinya bangsa Indonesia tak lepas dari sinergi antara ulama dan umara'.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan saat peluncuran Jam Kesehatan Haji Indonesia di RS Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (19/4).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan saat peluncuran Jam Kesehatan Haji Indonesia di RS Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (19/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukmam Hakim Saifuddin mengatakan relasi antara umara' dan ulama merupakan keniscayaan. Menurut Lukman, umara membutuhkan ulama dalam hal memperoleh bimbingan.

Sedangkan ulama juga membutuhkan umara' dalam aktifitasnya di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, Lukman menegaskan, keduanya saling berkaitan.

"Oleh karena itu, baik buruk keduanya akan menentukan baik buruknya bangsa," ujar Lukman dalam pembukaan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-6 di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Senin (7/5).

Ia juga mengungkapkan bahwa sejarah berdirinya bangsa Indonesia tak lepas dari sinergi antara ulama dan umara'. Hubungan keduanya terjalin sangat kuat sejak dulu.

Relasi ini, kata Lukman, seakan menjadi DNA bangsa Indonesia yang terwariskan. Karenanya, meskipun permasalahan yang mencolok, hubungan umara' dengan ulama tetap terjalin.

"Melestarikan relasi ulama umara' ini dengan sebaik-baiknya," kata Lukman.

Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI akan berlangsung dari 7-10 Mei 2018. Ijtima' yang diikuti sekitar 750 peserta ini akan membahas berbagai persoalan kebangsaan mulai politik, hukum dan ekonomi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement