Senin 02 Oct 2017 13:18 WIB

Larangan Cadar Wujud Imajinasi Islamofobia

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Agus Yulianto
Wanita mengenakan cadar (Ilustrasi)
Foto: EPA
Wanita mengenakan cadar (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, VIENNA -- Imajinasi Islamofobia telah terbentuk melalui sejumlah kejadian buruk di sejumlah negara Eropa yang disebut 'Permasalahan Muslim'. Peneliti senior Universitas Bridge Initiative Georgetown Farid Hafez mengatakan, gagasan tentang larangan bercadar mencerminkan imajinasi Islamofobia itu.

"Islamofobia adalah persoalan di Austria. Itu juga masalah dan tantangan terhadap demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan beragama di banyak negara Eropa saat ini," kata Hafez yang juga seorang profesor di Universitas Salzburg kepada Al Jazeera, Senin (2/10)

Hafez memperingatkan, larangan bercadar itu bisa memiliki 'konsekuensi serius'. "Orang-orang biasa ketika di jalan bertemu perempuan muslim, bisa saja bertindak tidak hormat. Lalu menghina mereka secara terbuka di jalan. Perempuan muslim muda yang harusnya bisa menginspirasi, justru bisa terhambat aktivitasnya," ujar Hafez.

Austria adalah negara Eropa terbaru yang menerapkan larangan bercadar. Pada 2011, Perancis dan Belgia memperkenalkan aturan tersebut. Lalu pada 2015, Belanda menyetujui larangan itu, sementara Bulgaria menerapkan larangan bercadar sepenuhnya pada 2016.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement