Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kisah PKI Memusuhi Kalangan Santri

Rabu 25 Mei 2016 04:53 WIB

Rep: selamat ginting/ Red: Muhammad Subarkah

Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948.

Suasana kota Madiun yang rusak parah akibat pemberontakan PKI Madiun 1948.

Foto:

Perjuangan Antara Hidup dan Mati

Berdasarkan cerita Khoirun, lubang gelap itu bagaikan neraka. Dia sudah tidak merasa memiliki harapan untuk hidup. Dengan sisa sisa kesadaran, ia menyaksikan gerombolan PKI menembaki mereka dari atas. Tak cukup memamerkan kebengisannya, gerombolan PKI ini juga melemparkan bebatuan berukuran besar ke dalam lubang berisi tubuhtubuh sekarat.

Antara hidup dan mati, Khoirun merasa seperti sedang berjalan di sebuah jalan besar. Tiba-tiba, kilatan petir menyambar tubuhnya, hingga membuat kesadarannya pulih. Khoirun tersadar. Tak percaya dengan peristiwa yang menimpanya.

Tubuhnya yang penuh dengan luka bakar, tersandar lemah di sebuah pohon pisang, yang tertanam di atas lubang tempat ia dan sembilan rekannya dikubur hidup-hidup. Dalam keadaan telanjang dan kondisi tubuh yang sangat lemah, Khoirun merangkak sejengkal demi sejengkal untuk mencari pertolongan. Ketika malam tiba, tepian sungai, menjadi jalur yang ia lewati untuk menyelamatkan diri.

Saat matahari terbit hingga petang, ia memilih diam agar tak diketahui orang lain yang tidak dikenal. Hingga akhirnya, Khoirun mendapat pertolongan dari seseorang yang mengantarkannya ke rumah sakit setempat untuk menerima perawatan.
 
Bagi Khoirun, kebiadaban PKI seolah sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Ia mengaku pernah membunuh sembilan orang wanita PKI yang berusaha membunuh seorang kiai dengan cara menaburkan racun ke dalam sumur milik sang kiai. Strategi penyamaran para wanita PKI ini adalah mendatangi rumah kiai dalam keadaan hamil.
 
Mereka mengaku sebagai muslimat NU, dan meminta kesempatan untuk tinggal di rumah kiai. Kerelaan sang kiai membuat mereka leluasa tinggal di rumah sang kiai. Suatu ketika, air di dalam sumur rumah kiai tersebut diketahui mengeluarkan buih. Berdasarkan peristiwa sebelumnya yang menewaskan sejumlah kiai, Khoirun langsung membunuh para wanita kejam tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA