Senin 09 May 2016 15:51 WIB

Sya'ban Tiba, Ini Ibadah yang Dicontohkan Rasulullah

Ribuan umat Islam memadati halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin untuk melaksanakan malam peribadatan Nisfu Syaban menjelang datangnya bulan Ramadhan 1432 H yang dipimpin KH Ahmad Bakeri, Sabtu (16/7). Usai melaksanakan peribadatan malam Nisfu S
Foto: ANTARA/Herry Murdy Hermawan
Ribuan umat Islam memadati halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin untuk melaksanakan malam peribadatan Nisfu Syaban menjelang datangnya bulan Ramadhan 1432 H yang dipimpin KH Ahmad Bakeri, Sabtu (16/7). Usai melaksanakan peribadatan malam Nisfu S

REPUBLIKA.CO.ID, Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang istimewa. Bulan ini menjadi waktu yang tepat bagi umat Muslim untuk mengoptimalkan ibadahnya menjelang Ramadhan.  Lalu ibadah apa yang bisa dilakukan kaum Muslim selama bulan Sya’ban?

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi),  Prof KH Ahmad Satori Ismail, mengungkapkan,  pada bulan ini, umat Islam perlu mengoptimalkan ibadah menjelang tibanya bulan Ramadhan.  ‘’Kita dianjurkan untuk berdoa agar senantiasa berada dalam hari-hari dan  bulan penuh keutamaan untuk melakukan  amalan-amalan shaleh,’’ tutur Kiai Satori Ismail. 

Menurut dia, seorang Mukmin yang baik  adalah  panjang umurnya dan kaya akan amal shaleh. Para ulama salaf, kata dia, amat mendambakan bisa meninggal dunia setelah menunaikan amal shaleh seperti puasa atau pulang haji. Selain memperbanyak berdoa, selama Sya’ban umat Islam pun bisa meniru kebiasaan Nabi SAW, yakni mengisinya dengan shaum.

Diriwayatkan dari Usamah  bin Zaid RA,  ia bertanya,  ‘’Wahai Rasulullah, saya tidak pernah melihat  engkau puasa sebanyak puasa di bulan Sya’ban? Nabi SAW menjawab, ‘’Itulah  suatu bulan yang banyak dilalaikan manusia yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini semua amalan hamba diangkat kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.’’

Berpuasa selama Sya’ban penting dilakukan bukan hanya karena pada bulan itu amalan seluruh hamba diangkat kepada Allah SWT saja. Rasulullah SAW juga memperbanyak shaum di bulan itu, lantaran pada bulan itu umur manusia ditetapkan kembali.

"Maksudnya , ketetapan umur ini ditampakkan di  bulan Ramadhan,’’ tutur Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.  Diriwayatkan dari  ’Aisyah RA, Nabi SAW pernah puasa selama bulan Sya’ban. Aisyah berkata, ‘’Wahai Rasulullah, apakah bulan Sya’ban adalah bulan paling kamu puasai?’’

Rasulullah menjawab, ‘’Sesungguhnya Allah menetapkan mati  pada setiap jiwa untuk tahun itu, maka aku senang jika ajalku tiba sedang  dalam keadaan puasa ( HR Abu Ya’la). Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Thabari, Rasululah SAW bersabda, ‘’Puasa yang paling aku sukai adalah puasa di bulan Sya’ban.’’ Dalam riwayat Abu Daud, Siti Aisyah pernah berkata, ‘’Bulan yang paling disukai Rasulullah untuk berpuasa di dalamnya adalah Sya’ban.’’

sumber : Pusat Data Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement