Selasa 12 Mar 2013 18:39 WIB

Tantangan Mengenakan Jilbab Bagi Mahasiswa Non-Muslim Newcastle

Rep: Agung Sasongko/ Red: Citra Listya Rini
Jilbab. Ilustrasi
Foto: .
Jilbab. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, NEWCASTLE -- Mahasiswa Muslim Universitas Newcastle menantang rekan mereka untuk menjadi Muslim dalam sehari. Tantangan ini merupakan bagian dari kegiatan "Discover Islam Week".

Mahasiswa non-Muslim, Samantha McGregor, yang ambil bagian dalam kegiatan itu mengaku semakin memahami seperti apa arti Islam dan Muslim. 

"Apa yang saya lakukan telah mengubah pandangan saya," kata McGregor seperti dikutip laman Sky Tyne and Wear, Selasa (12/3).

McGregor yang menyanggupi tantangan mengenakan jilbab baru menyadari bagaimana tekanan yang dihadapi Muslim. Selain itu, ia pun memuji cara Islam melindungi kehormatan perempuan.

Senada diungkapkan Jeana Spencer. Ia mengaku menerima tantangan tersebut untuk mencari tahu alasan perempuan Muslim mengenakan jilbab. 

"Ini akan mengubah pandangan kami tentang mereka yang berjilbab," ujar Spencer.

Panitia "Discover Islam Week" menyampaikan tujuan kegiatan yaitu untuk meruntuhkan penghalang dan mempersilakan kalangan non-Muslim untuk mencari tahu informasi tentang Islam. Karena selama ini masyarakat setempat hanya mengandalkan informasi yang merugikan Muslim. 

"Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghilangkan stereotip negatif tersebut," kata panitia "Discover Islam Week". 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement