Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Dedikasi al-Karaji dalam Bidang Matematika dan Mesin

Jumat 17 May 2019 21:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilmuwan Muslim.

Ilmuwan Muslim.

Foto: Metaexistence.org
Sepanjang hidupnya al-Karaji telah melahirkan kaya monumental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa gemilang dunia Islam pada abad kesembilan hingga ke-16 menjadi kejayaan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pula. Di masa itu, para ilmuwan Muslim telah menguasai bidang teknologi mesin. Salah satu ilmuwan adalah pakar matematika Muhammad al-Karaji.

Dengan prinsip ilmu matematika yang dikuasainya, al-Karaji mampu mengintegrasikan, mengadaptasi, dan memperbaiki teknik irigasi dan sistem distribusi air. Sejak awal abad kedelapan, peradaban Islam memang telah menguasai teknologi mesin air. Penguasaan di bidang ini meliputi masalah penyediaan berbagai sarana air bersih, pengendalian gerakan air, serta berbagai penemuan di bidang hidrologi.

Mohammed Abattouy dalam karyanya, Muhammad al-Karaji: A Mathematician Engineer from the Early 11th Century, secara gamblang mengungkapkan semua pencapaian al-Karaji. Menurut Abattouy, pengusaan teknologi mesin air di dunia Islam telah melahirkan revolusi pertanian yang berbasis pada penguasaan di bidang hidrologi.

Dedikasi al-Karaji yang tinggi dalam bidang matematika dan mesin membuatnya banyak menghasilkan karya monumental. Carl Brockelman dalam karyanya, Geschi chte der Arabischen Litteratur menyatakan, al-Karaji berhasil menulis Kitab Inbat al-Mi yah al-Khafiya (Book on the Extraction of Hidden Wa ters).

Al-Karaji juga menulis sederet karya lain. Sayangnya, beberapa karya penting itu hilang. Di antara, karya-karya al-Karaji yang menarik perhatian banyak kalangan adalah empat buku tentang matematika dan mesin hidrolik, yakni Al-Fakhri fil-Jabr wal-Muqabala (tentang aljabar), Al-Badi’ fil-Hisab (tentang aritmatika), Al-Kafi fil-Hisab (tentang aritmatika), serta Inbat al-Miyah al-Khafiya.

Franz Woepcke, sejarawan sains modern yang hidup pada pertengahan abad ke-19, mengaku telah mempelajari Al-Fakhri fil-Jabr wal-Muqabala. Ia pun mengaku sangat terpengaruh oleh karya al-Karaji itu. Lewat karyanya, Extraits du Fakhri Traite d’Algebre, Woepcke memuji al-Karaji sebagai ahli matematika berkaliber tertinggi.

Al-Karaji dianggap sebagai ahli matematika terkemuka dan orang pertama yang membebaskan aljabar dari operasi geometris produk aritmatika Yunani. Dia menggantinya dengan jenis operasi yang merupakan inti dari aljabar pada saat ini. Woepcke juga memuji al-Karaji sebagai ahli matematika pertama di dunia yang memperkenalkan teori aljabar kalkulus.

“Ia juga menggunakan induksi matematika untuk membuktikan theorem binomial (suku dua) dan segitiga Pascal,” kata Victor J Katz dalam karyanya, History of Mathematics: An Introduction, Reading.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA