Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Ketika Nabi Adam Membantah Malaikat Maut (1)

Ahad 03 Mar 2019 13:02 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Ilustrasi Lafadz Allah

Ilustrasi Lafadz Allah

Foto: Foto : MgRol112
Ada hikmah yang dapat dipetik dari kisah tentang Nabi Adam AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seluruh manusia berasal dari keluarga Nabi Adam AS dan istrinya, Hawa. Allah SWT menciptakan manusia pertama itu dan kemudian menempatkannya di dalam surga, sampai akhirnya menurunkannya ke Bumi.

Ayah umat manusia itu pernah berbuat khilaf dan lupa. Selain terkait mendekati pohon terlarang, ada perkara lainnya yang lantas menunjukkan dua perangai umum itu bagi setiap manusia.

Baca Juga

Allah SWT telah menetapkan jatah usia Nabi Adam AS yakni seribu tahun. Namun, ada suatu kejadian yang menyebabkan jatah usia itu dikurangi sehingga menjadi 940 tahun. Semuanya atas izin Allah Ta'ala.

Di detik-detik menjelang ajal, Nabi Adam rupanya lupa akan soal pengurangan jatah usia itu, sehingga sempat mendebat sang malaikat pencabut nyawa. Kisah ini disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan at-Tirmidzi dari Abu Hurairah.

Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW bersabda kepada para sahabat beliau, "Setelah Allah menciptakan Adam, Allah mengusap punggungnya, lalu dari punggungnya jatuhlah setiap nyawa yang Allah ciptakan hingga Hari Kiamat."

Adapun dalam riwayat dari Ibnu Abbas, dikatakan, "Sungguh Allah telah memukul bahu Adam yang sebelah kanan, maka keluarlah seluruh jiwa yang berwarna putih jernih yang tercipta sebagai penghuni surga. Allah berfirman, 'Mereka adalah penghuni surga'. Setelah itu, Allah memukul bahu Adam yang sebelah kiri, maka keluarlah seluruh jiwa berwarna hitam yang tercipta sebagai penghuni neraka. Allah berfirman, 'Mereka adalah penghuni neraka.'

Selanjutnya, Allah mengambil janji dari semua keturunan Adam supaya mereka beriman kepada-Nya, mengenal-Nya, dan membenarkan-Nya serta (menaati) perintah-Nya. Allah juga mengambil kesaksian atas diri mereka sendiri, maka mereka pun menyatakan beriman, membenarkan, mengenal, dan mengakui-Nya." Riwayat itu dikutip Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya, Syifa'ul 'Alil fi Masa'ilil Qadha wal Qadar wal Hikmah wat Ta'lil.

Dalam hadits riwayat at-Tirmidzi dari Abu Hurairah, dijelaskan bahwa "Kemudian Allah berfirman kepadanya (Adam) dengan dua tangan menggenggam, 'Pilih mana yang kau mau di antara keduanya.' Adam menjawab, 'Aku memilih yang kanan, wahai Rabbku.'

Kedua tangan Rabbku kanan dan penuh berkah. Kemudian Allah membentangkannya, ternyata padanya ada Adam dan keturunannya. Adam bertanya, 'Wahai Rabb, siapa mereka?'

Allah menjawab, 'Mereka adalah keturunanmu.' Dan ternyata, setiap orang sudah tertulis usianya di antara kedua matanya. Dan di antara mereka, ada salah seorang yang paling bersinar wajahnya.

Adam bertanya, 'Wahai Rabb, siapa dia?' Allah menjawab, 'Dia anakmu, Daud. Aku tetapkan usianya 40 tahun.'

Adam pun meminta, 'Wahai Rabb, tambahkanlah usianya.' Allah menjawab, 'Aku sudah tetapkan untuknya.'

Adam meminta lagi, 'Wahai Rabb, aku berikan 60 tahun dari (jatah) usiaku untuk dia.' Allah berfirman, 'Baik.'

Baca juga: Ketika Nabi Adam Membantah Malaikat Maut (2-Habis)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA