Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Takluknya Konstantinopel

Menelusuri Jejak Islam di Konstantinopel

Senin 29 May 2017 12:13 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Karta Raharja Ucu

Istana Topkapi di Istanbul, Turki.

Istana Topkapi di Istanbul, Turki.

Foto: imageshack.us

REPUBLIKA.CO.ID, Walaupun kini Konstantinopel telah hilang dan namanya berganti menjadi Istanbul. Tetapi, Ada beberapa tempat di Istanbul yang hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi destinasi utama bagi mereka yang ingin memanjakan mata, menikmati kemegahan, menajamkan aroma kejayaan Islam di masa lalu dan membayangkan wilayah indah yang disabdakan Nabi Muhammad SAW.

1. Sultan Ahmet Mosque

Antara tahun 1609 M hingga 1616 M, Sultan Ahmad I memberikan perintah kepada arsitek handal, Sedefkar Mehmed Aga untuk membangun masjid ini. Pemakaman Sultan Ahmad I pun terdapat di dalam area masjid. Gabungan antara desain Islam dan Byzantium memberikan gaya arsitek yang luar biasa.

2. Hagia Sophia (Aya Sofya)

Hagia Sophia dibangun oleh Eastern Roman Emperor Justinian I pada 537 M yang menjadi masa kejayaan Romawi. Desain Byzantium pada Hagia Sophia adalah terbaik dan menjadi gereja terbesar di dunia selama hampir seribu tahun. Berawal sebagai gereja, lalu berganti menjadi masjid, hingga kahirnya kini berfungsi sebagai museum, Hagia Sophia adalah simbol utama yang bagi kota Istanbul.

3. Suleymaniye Mosque

Didesain arsitek handal, Mimar Sinan, pada 1550 M. Selain tempat shalat berjamaah, di area masjid pun terdapat caravanserai (area untuk berjalan kaki), tempat seminar, madrasah, rumah sakit, dapur dan tempat tinggal isteri Sultan Sulaiman yang bernama Roxelane.

4.Topkapi Palace

Istana Topkapi menjadi tempat tinggal Sultan Mehmed II dan keluarga hingga empat abad kemudian, mulai dari 1465 M hingga 1853 M. Istana ini menjadi tempat tinggal lebih dari 4.000 orang. Pada area istanapun terdapat banyak sekali kamar, masjid, aula dan taman. 

5. Grand Bazaar

Grand Bazaar memiliki 3.000 toko yang dibangun pada 1461 M oleh Sultan Muhammad Al-Fatih dan menjadi pemberhentian terakhir dari jalur sutra. Setiap harinya, Grand Bazaar dikunjungi oleh lebih dari 500 ribu konsumen. Hingga kini, lokasi tersebut masih ramai dengan berbagai aktifitas perdagangan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA