Minggu, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 Februari 2019

Minggu, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 Februari 2019

Jejak Islam di Negeri Gingseng

Kamis 02 Nov 2017 17:15 WIB

Rep: Marniati/ Red: Agung Sasongko

Muslim di Korea Selatan.

Muslim di Korea Selatan.

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eksistensi Islam sempat menghilang di Korea Selatan (Korsel) sejak abad ke-16 hingga akhirnya pada abad ke-20 nama Islam kembali muncul di permukaan.

Meski minoritas, Muslim di negara berjuluk Negeri Ginseng ini mendiami sejumlah wilayah di Korsel, salah satunya Manchuria.

Masuknya Islam di Korsel pada abad ini juga dipengaruhi oleh bangsa Turki. Pada abad ke-19 atau selama Perang Korea, Turki mengirim sejumlah besar pasukan untuk membantu Korsel di bawah komando PBB yang disebut Brigade Turki. 

Selain kontribusi mereka di medan perang, Turki juga memberikan bantuan dalam hal misi kemanusiaan, membantu untuk mengoperasikan sekolah darurat selama masa perang.

Tak lama setelah perang berakhir, beberapa pasukan keamanan Turki yang ditempatkan di Korsel sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB mulai mengajar di Korsel tentang Islam.

Mereka mulai mendirikan Korea Muslim Society pada 1955 saat pertama masjid di Korsel dibangun. Masyarakat Muslim Korea tumbuh cukup besar dan menjadi Federasi Korea Muslim pada 1967.

Bae Ji-sook (2007) dalam Life is Very Hard for Korean Muslims menjelaskan, total populasi Muslim di negara itu sekitar 35 ribu jiwa. Mereka terdiri atas imigran yang datang dari Asia Tengah, jumlahnya sekira 10 ribu jiwa. 

Ada pula yang berasal dari Irak, Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Mereka tiba di Korea sekitar 1990 sebagai pekerja.    Komunitas Muslim di Korea berpusat di Seoul yang terdiri atas Muslim imigran ataupun warga lokal asli Korea.

Gaya hidup umat Islam yang berbeda kebiasaan masyarakat Korsel membuat mereka lebih menonjol daripada komunitas masayarakat lainnya.  Namun, kekhawatiran Muslim akan perilaku diskriminasi sempat dirasakan setelah serangan WTC 11 September.

Di Seoul, terdapat masjid besar pertama, yaitu Masjid Central Seoul di kawasan Itaewon di Seoul yang dibangun pada 1976 dengan menggunakan dana dari Misi Islam Malaysia dan negara-negara Islam lainnya.

Jumlah masjid pun bertambah dari waktu ke waktu, antara lain, masjid di Busan, Anyang, Gyeonggi, Gwangju, Jeonju, Daegu, dan Kaesong.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Penutupan Tanwir Muhammadiyah

Ahad , 17 Feb 2019, 21:30 WIB