Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Tipu Muslihat

Senin 11 Feb 2019 14:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Penipuan (ilustrasi).

Penipuan (ilustrasi).

Foto: calvarychapelabuse.com
Islam mengajarkan akhlak mulia

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Iu Rusliana

Peristiwa ini terjadi pada tahun ketiga Hijriyah. Utusan dari suku 'Udhdhal dan Qarah da tang menemui Rasulullah SAW me ngabarkan tentang berkembangnya Islam di daerah mereka dan membutuhkan guru. Diutuslah enam orang sahabat, yaitu Martsad bin Abi Martsad, Khalid bin al-Bakir, 'Ashim bin Tsabit, Khubaib bin 'Adi, Zaid bin al-Datsanah, dan Abdullah bin Thariq.

Tiba di daerah antara Asfan dan Makkah, kawasan dari bani Lihyan, ternyata hampir 100 pemanah dari bani Lihyan membuntuti utusan tersebut. Peperangan terjadi dan 'Ashim sebagai pimpinan rombongan syahid dengan tujuh anak panah menancap di tubuhnya. Dua yang masih hidup, yaitu Khubaib dan Zaid. Khubaib ditawan oleh bani Harits. Saat ditawan di rumah al-Harits, dia meminjam pisau cukur kepada salah satu putri al-Harits. Saat Khubaib mencukur, anak dari putri al-Harits itu ternyata merangkak ke Khubaib.

Sahabat Rasulullah SAW itu kemudian mendudukannya di atas pahanya. Cemas dan takutlah putri al-Harits melihat anaknya ada di genggaman tawanan ayahnya. Islam mengajarkan akhlak yang sangat mulia. Khubaib berkata: "Apa kamu takut aku akan membunuhnya? Insya Allah, aku tak akan melakukan nya." Menjelang eksekusi, Khubaib meminta untuk shalat terlebih da hulu. "Andaikan bukan karena kalian akan mengira aku takut mati, pasti akan aku tambah shalatku."

Tragedi ini dikenal dengan dengan istilah tragedi Raji'. Rasulullah SAW sangat terpukul dengan kejadian itu. Selama sebulan, pada saat shalat Subuh, beliau selalu membaca qunut nazilah dan berdoa agar Allah SWT membalas pengkhianatan tersebut.

Demikianlah, dalam perjuangan dakwah, pengkhianatan atas ko mit men perjuangan bukan hal mustahil. Namun, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa sepedih apa pun rasa sakit, sebesar apa pun marah, tak boleh kesumat menyertai setiap putusan. Tidak boleh membalas segala sesuatu melebihi kadarnya, bahkan akan lebih baik bila dimaafkan.

Yakinilah, tipu muslihat tak pernah menang karena Allah Yang Mahaadil berjanji akan memberikan kehinaan bagi pelakunya, kemuliaan bagi mereka yang dicurangi. Dalam Alquran surah ash-Shaaffat ayat 89, Allah SWT berfirman, "Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina."

Kini, bentuk tipu muslihat dan penghianatan lebih luas lagi karena menggunakan mesin hoaks. Semoga Allah Yang Maha Pengampun melin dungi kita dari godaan menyebarkan hoaks. Waspada pada hoaks merupakan upaya menghindari tipu muslihat yang dapat menghancurkan ukhuwah umat. Wallaahu a'lam

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA