Rabu 10 Nov 2010 04:51 WIB
Beda Waktu Hari Raya Idul Adha

Menag: Silakan Pilih Hari Raya

Rep: Priyantono Oemar/ Red: Endro Yuwanto
Menteri Agama Suryadharma Ali
Foto: Yudhi Mahatma/Antara
Menteri Agama Suryadharma Ali

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH--Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mempersilakan masyarakat memilih melakukan shalat Idul Adha pada 16 November atau 17 November.

‘’Dari sisi syar’i, dua-duanya tidak melanggar,’’ ujar Suryadharma, di Makkah, Senin (8/11) malam.

Ketetapan pemerintah bahwa Indonesia merayakan Idul Adha pada 17 November, menurut Suryadharma, karena berdasarkan hilal, bulan masih di bawah dua derajat. Karenanya, tak bisa dipastikan tanggal 16 November sebagai Idul Adha. ‘’Karenanya digenapkan jadi tanggal 17 November. Kami tak bisa mencocokkannya dengan Arab,’’ ujar Suryadharma.

Tapi, Suryadharma mengakui, ada perhitungan lain yang menetapkan Idul Adha pada 16 November di Indonesia. Yaitu perhitungan berdasarkan hisab yang dilakukan Muhammadiyah. ‘’Ada juga yang menentukannya dengan cara melihat air laut. Yaitu pasang surutnya air laut yang dipengaruhi oleh bulan. ‘’Secara saintifik, perhitungan berdasarkan melihat air laut juga masuk akal,’’ ujar jelasnya.

Menurut Suryadharma, banyaknya cara menghitung kalender bulan mendorong Kementerian Agama ingin membicarakan sacara khusus kriteria yang dapat dipakai secara bersama. ‘’Sehingga hari raya bisa dilaksanakan secara bersamaan pula, satu waktu karena metode dan cara penghitungnnya juga satu,’’ tegas dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement