Jumat 03 Feb 2023 04:21 WIB

Dobrak Budaya Patriarki, Kafe Khusus Wanita Menjamur di Aljazair

Kafe di Aljazair masih dianggap sebagai tempat untuk laki-laki.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Segelas Kopi (Ilustrasi). Dobrak Budaya Patriarki, Kafe Khusus Wanita Menjamur di Aljazair
Foto: Pixabay
Segelas Kopi (Ilustrasi). Dobrak Budaya Patriarki, Kafe Khusus Wanita Menjamur di Aljazair

REPUBLIKA.CO.ID, ALJIR -- Kafe menjadi tujuan baru bagi wanita-wanita di Aljazair, khususnya di kota-kota besar seperti Algiers, Oran, Annaba, dan Constantine. Kafe khusus wanita ini belakangan semakin banyak digemari dan semakin meluas ke kota-kota yang lebih konservatif di pedalaman Aljazair, seperti Laghouat dan Bechar di selatan negara itu.

Dilansir dari The New Arab, Selasa (31/1/2023), pada 2021, jurnalis Aljazair Hadjira Bensalem memutuskan mendirikan kafe khusus wanita di pinggiran Cheraga, Aljazair, menjadi yang pertama dari jenisnya di daerah tersebut, untuk menghindari banyak kendala yang dihadapi saat datang ke kafe di Aljazair. Dia menamakannya "Kupu-kupu".

Baca Juga

Dalam sebuah percakapan dengan Al Araby Al-Jadeed, terbitan The New Arab berbahasa Arab, Bensalem mengatakan dengan cara yang sama perempuan telah berhasil menembus banyak sektor yang dulu terbatas pada laki-laki. "Sekarang adalah haknya untuk menciptakan ruang khusus untuk dirinya sendiri di mana perempuan dapat bersantai dan merasakan privasi," katanya.

Karena tanggung jawabnya yang sangat besar dan tekanan yang dia alami baik dalam kehidupan profesional maupun keluarganya, wanita Aljazair tidak hanya membutuhkan kafe. Mereka membutuhkan fasilitas khusus di mana mereka dapat menghilangkan kepenatan yang ditinggalkan oleh tekanan dan kerja keras sehari-hari, bahkan hanya sedikit, atau untuk jendela waktu kecil.

Kesempatan untuk bersantai di Provinsi Tipaza, di Kompleks Desa Wisata, pihak pengelola memutuskan mendirikan kedai kopi khusus perempuan. Keputusan mereka didasarkan pada kurangnya ruang dan fasilitas untuk perempuan di kompleks tersebut dan mereka melihat kafe memungkinkan perempuan duduk dan bersantai tanpa merasa terganggu atau tidak nyaman.

Para wanita di daerah tersebut menyukai ide tersebut. Kafe tersebut telah mendapatkan popularitas besar, terutama di akhir pekan. Saat akhir pekan, karyawan wanita dan mahasiswa dari daerah setempat bertemu minum teh atau kopi atau menyelenggarakan pesta atau konser kecil yang semuanya khusus untuk wanita.

Kepala media di Tourism Management Company di Tipaza (EGT Tipaza) Naima Allouche mengatakan banyak wanita suka datang ke kafe setelah berolahraga di gym wanita di sebelahnya. Mereka juga menikmati layanan yang ditawarkan, termasuk perawatan bayi dan anak, ini memberi ibu waktu dan kebebasan untuk berolahraga, setelah itu mereka dapat menikmati waktu di kedai kopi tanpa diganggu oleh anak-anak mereka." 

"Keamanan di dalam kompleks memainkan peran besar dalam meningkatkan popularitas kafe. Ini tidak seperti kafe di kota, di mana wanita sering diganggu dan dilecehkan oleh pria muda dan remaja,” kata Naima Allouche.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement