Rabu 25 Jan 2023 21:20 WIB

Arab Saudi Punya Pelabuhan Tertua Uqair di Kawasan Teluk, Festival pun Digelar

Arab Saudi melestarikan situs bersejarah Pelabuhan Uqair melalui festival

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah
Situs sejarah Pelabuhan Uqair di Arab Saudi. Arab Saudi melestarikan situs bersejarah Pelabuhan Uqair melalui festival
Foto: Arab News
Situs sejarah Pelabuhan Uqair di Arab Saudi. Arab Saudi melestarikan situs bersejarah Pelabuhan Uqair melalui festival

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Sejarah Uqair yang kaya dipamerkan dalam festival besar tahun ini di Arab Saudi. Uqair adalah salah satu pelabuhan laut pertama dan tertua di Arab Saudi yang terletak 100 km selatan Dammam di pantai timur Kerajaan Arab Saudi.

 

Baca Juga

Seperti dilansir Arab News pada Selasa (24/1/2023) festival Noqush, yang dimulai pada 12 Januari berakhir Selasa (24/1/2023). Festival ini menyoroti signifikansi diplomatik dan ekonomi pelabuhan selama bertahun-tahun, termasuk sejarah kantor bea cukai dan paspor, masjid, dan berbagai bangunan lainnya.

 

Uqair adalah pintu gerbang awal untuk pengangkutan barang ke Kerajaan Arab Saudi pada awal berdirinya negara ini. Selain itu, Raja Abdulaziz akan menjadi tuan rumah pertemuan dengan para pemimpin dan diplomat negara lain.

 

Festival ini menampilkan berbagai program budaya dan warisan secara langsung, pertunjukan karavan unta, pameran fotografi, dan kerajinan laut.

 

CEO Komisi Warisan Arab Saudi, Jasir Al-Herbish, mengatakan tujuan organisasi tersebut adalah untuk melestarikan aset warisan bangsa dengan mengadakan acara dan festival yang sesuai.

 

Komisi Warisan menyelenggarakan beberapa acara di seluruh negeri tahun lalu, termasuk Festival Oasis Al Ahsa, bekerja sama dengan pemerintah daerah, yang menampilkan musik rakyat dan pertunjukan lainnya.

 

Al-Ahsa juga menampilkan berbagai cerita tentang bagaimana orang-orang di wilayah itu berjanji setia kepada pendiri negara Arab Saudi ketiga, Raja Abdulaziz. Juga disoroti kisah Ain Najm, tempat mata air yang menjadi persinggahan jamaah haji dan pengusaha. Serta Sekolah Amiriya, salah satu sekolah pertama yang didirikan di Kerajaan Arab Saudi.  

 

Pada 2016 lalu, Putra Mahkota Pengaran Mohammed bin Salman telah menggagas Visi Arab Saudi 2030. Proyek ini dinilai telah berhasil dalam memberdayakan dan melindungi hak-hak perempuan, mempromosikan dialog antaragama, dan berinvestasi dalam penelitian arkeologi untuk melestarikan peninggalan sejarah Muslim dan dunia.      

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement