Kamis , 14 September 2017, 15:15 WIB

Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya Selenggarakan SEAL

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Gita Amanda
Rahma Sulistya/REPUBLIKA
Konferensi pers tentang SEAL (Social Enterprise Advocacy and Leveraging) International Conference ke-2 yang akan diselenggarakan di Bali, oleh Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Kamis (24/9) siang.
Konferensi pers tentang SEAL (Social Enterprise Advocacy and Leveraging) International Conference ke-2 yang akan diselenggarakan di Bali, oleh Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Kamis (24/9) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa bersama dengan Bina Swadaya akan menyelenggarakan SEAL (Social Enterprise Advocacy and Leveraging) International Conference kedua di Bali. Konferensi ini akan diikuti oleh beberapa negara di Asia, seperti Philipina, Thailand, Vietnam, India, Bangladesh, India, Jepang, Nepal, Taiwan, dan Singapura.

Pendiri Bina Swadaya, Bambang Ismawan mengungkapkan setiap SEAL Conference memang menghadirkan semua anggota dari negara-negara Asia, juga diadakan penelitian-penelitian terlebih dahulu dari masing-masing negara.

"Pada tahun ini, ada dua studi, pertama adalah measuring social enterprise resesrch exchange and learning in Asia. Kedua adalah promoting social enterprise in gender transformative and responsible agribussiness investment in Southeast Asia," ujar dia dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Dompet Dhuafa, Kamis (14/9) siang.

Kemudian, Ketua OC SEAL Conference yang juga Direktur Usaha Sosial Dompet Dhuafa Social Enterprise, Rini Suprihartanti memaparkan peran Dompet Dhuafa dan Bina Swadaya dalam SEAL Conference, salah satunya mempromosikan dampak sosial dari social enterprise.

"Misalnya dampak sosial terhadap SDGs yang berperan menjadi local committee penyelenggara SEAL Conference. Dan ini juga membantu mengentaskan kemiskinan," kata dia saat dijumpai dalam waktu dan tempat yang sama.

SEAL Conference akan diadakan pada 26-30 September 2017. Para peserta akan mengunjungi praktik social enterprise yang telah berkembang di Bali, seperti Muntigunung Community Social Enterprise di Bali bagian Timur, yang relatif telah berhasil membangun komunitas masyarakat yang lebih berdaya melalui pendekatan social enterprise.

"Semoga ini bisa menjadi ajang pertukaran pengalaman dari pelaku peneliti dan pengembang social enterprise, kemudian bisa menjadi jembatan networking, untuk membangun dan meningkatkan peluang kolaborasi yang lebih kuat," ujar Rini.