Jumat , 18 August 2017, 16:21 WIB

Philip Flood: Islam Tenteramkan Hatiku

Rep: Ahmad Islamy Jamil/ Red: Agung Sasongko
Onislam.net
Mualaf (ilustrasi)
Mualaf (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Proses pencarian yang panjang akhirnya mengantarkan Philip Flood kepada Islam. Baginya risalah yang dibawa Muhammad SAW tersebut mampu memberikan Flood ketenteraman batin dalam arti yang sesungguhnya. Kini, 13 tahun sudah pria asli Irlandia itu menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

Flood berasal dari keluarga yang bermukim di Ringsend, sebuah kawasan di pinggiran Kota Dublin. Ayah dan ibunya merupakan penganut Katolik. Walaupun begitu, ia mengaku tidak pernah meyakini ajaran Nasrani tersebut.

Ia mengungkapkan, kebanyakan orang akan memeluk agama yang dianut oleh keluarga yang membesarkannya. Namun, tidak demikian halnya dengan Flood. “Saya tidak pernah merasa memperoleh kebenaran dari ajaran Katolik,” ujar Flood membuka kisah perjalanan spiritualnya, seperti dikutip Irish Independent. 

Semasa kecilnya, Flood sempat melaksanakan sejumlah ritual Katolik. Mulai dari Komuni Kudus Pertama, Konfirmasi, menghadiri Misa, hingga menjadi putra altar. Di samping itu, ia juga memiliki pergaulan yang baik dengan kalangan pastor dan suster.  “Namun, itu semua tidak mengubah keyakinan saya. Saya tidak pernah percaya kepada Yesus yang berada di tiang salib,” katanya.

Sebelum berkenalan dengan Islam, Flood sempat menjadi pemeluk Buddha selama lima tahun. Ia juga pernah terlibat kecanduan alkohol dan obat-obatan sehingga harus menjalani rehabilitasi. Dalam salah satu program pemulihan yang dijalaninya ketika itu, Flood diminta untuk melakukan meditasi dan memperbaiki hubungan sadarnya dengan Tuhan. Dari situ, Flood mulai melirik ajaran agama-agama lain di luar Kristen.

“Saya masih lajang pada waktu itu dan saya tidak pernah siap untuk berkeluarga karena gaya hidup yang saya jalani,” ujarnya.