Selasa , 10 October 2017, 09:47 WIB

Melania dan Ivana 'Bertengkar' Berebut Status Ibu Negara AS

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah
telegraph.co.uk
ivana trump
ivana trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Melania Trump memberikan sindiran terkait klaim yang dibuat Ivana, mantan istri Presiden AS Donald Trump, baru-baru ini. Ivana telah mengaku sebagai Ibu Negara AS, karena ia adalah istri pertama dari Trump.

"Nyonya Trump telah membuat Gedung Putih menjadi rumah yang nyaman bagi Barron dan bapak Presiden. Dia senang tinggal di Washington, DC, dan sangat dihormati atas perannya sebagai Ibu Negara Amerika Serikat. Dia berencana menggunakan gelar dan perannya untuk membantu anak-anak, dan tidak menjual buku," ujar pernyataan yang diungkap juru bicara Melania.
 
Pernyataan tersebut juga mengatakan, klaim Ivana tidak memiliki substansi apapun. Melania menganggap Ivana hanya mencari perhatian guna mempromosikan buku terbarunya yang berjudul 'Raising Trump.' "Jelas tidak ada substansi dari pernyataan mantan (Trump), sayangnya ia hanya bersuara untuk mencari perhatian dan menyenangkan diri sendiri," ujar pernyataan itu.
 
Ivana mengaku sebagai Ibu Negara AS dalam sebuah wawancara di acara 'Good Morning America' ABC. Ia diketahui merupakan wanita keturunan Cezka-Amerika, yang menikah dengan Donald Trump sejak 1977 sampai 1992.
 
"Saya memiliki nomor telepon langsung ke Gedung Putih, tapi saya tidak benar-benar ingin melalukan panggilan telepon ke sana, karena Melania ada di sana," ujar Ivana.
 
"Saya tidak benar-benar ingin menimbulkan kecemburuan atau semacamnya karena pada awalnya saya adalah istri Trump, oke? Saya adalah Ibu Negara, oke?" tambah dia.
 
Tidak jelas apakah Trump mengetahui adanya pertengkaran di antara kedua wanita tersebut. Dia dilaporkan sedang bermain golf pada Senin (9/10) dengan Senator Republik Lindsey Graham.