Selasa 02 Aug 2016 20:44 WIB

Gubernur: Produk Halal Perkokoh Destinasi Islami Aceh

Red: M Akbar
Gubernur Aceh Zaini Abdullah bersama rombongan berdiri di sisi kiri masjid menyaksikan pekerjaan proyek pembangunan perluasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (17/2).
Foto: Antara/Ampelsa
Gubernur Aceh Zaini Abdullah bersama rombongan berdiri di sisi kiri masjid menyaksikan pekerjaan proyek pembangunan perluasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (17/2).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan sertifikasi halal pada usaha dan produk makanan, minuman dan produk lainnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperkokoh status Aceh sebagai destinasi wisata halal di Indonesia.

"Artinya, semua proses dan prosedur usaha yang dijalankan dilaksanakan sesuai dengan aturan Syariat Islam," katanya di sela-sela membuka Rapat Koordinasi Majelis Permusyawaratan Ulama se-Aceh di Aceh Besar, Selasa (2/8).

Zaini mengatakan menyambut baik penyerahan sertifikat halal kepada sejumlah pelaku usaha di Aceh mengingat saat ini Aceh merupakan salah satu destinasi wisata halal di Indonesia dan dunia.

"Kami imbau agar pelaku usaha lainnya agar dapat mendaftarkan produknya guna dikeluarkan produk halal sehingga berbagai produk makanan, minuman dan lain yang beredar di Aceh terjamin kehalalannya," katanya.

Ada pun jenis usaha halal yang dimaksud Gubernur Aceh tersebut diantaranya hotel halal, makanan dan minuman halal, paket wisata halal dan destinasi wisata yang ditunjang oleh fasilitas pendukung yang berstandar halal.

Ia mengatakan untuk mewujudkan program tersebut diperlukan kerja sama dan sinergi dari semua komponen di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

"Peran serta para ulama juga sangat penting, terutama sebagai rujukan dalam memberikan standar dan penilaian tentang status kehalalan suatu produk maupun jenis usaha," katanya.

Ia juga berharap Rakor MPU se- Aceh dapat merumuskan langkah terbaik guna mengoptimalkan perannya sehingga lembaga MPU maupun para ulama dapat lebih berperan dalam pembangunan Aceh.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement