Jumat , 08 December 2017, 07:45 WIB

Masjid Agung Saint Petersburg Bernilai Historis Tinggi

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Agung Sasongko
Masjid Biru di Pulau Petrogradsky, Sankt Peterburg.
Masjid Biru di Pulau Petrogradsky, Sankt Peterburg.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Berdasarkan survei Pew Research Center pada Juli 2016, Rusia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di Benua Eropa. Tidak kurang dari 10 persen populasi atau sebanyak 14 juta jiwa memeluk Islam di negara berjuluk 'Negeri Beruang Merah' itu. Sekitar 15 ribu unit masjid berdiri di Rusia. Perkembangannya cukup meningkat, khususnya bila dibandingkan dengan masa kejayaan Uni Soviet silam.

Salah satu bangunan yang bernilai historis tinggi, tidak hanya bagi kaum Muslim, melainkan juga warga Rusia pada umumnya, adalah Masjid Agung Saint Petersburg. Seperti dilansir World Bulletin pada 2010 silam, warga Muslim Kota St Petersburg memperingati satu abad masjid tersebut. Acara ini dihadiri wali kota setempat, perwakilan pemerintah pusat Rusia, sejumlah duta besar negara-negara sahabat, dan tokoh Muslim.

Ketika masjid yang berlokasi di pusat Kota St Petersburg, tepatnya berhadapan dengan Benteng Peter-Paul ini pertama kali dibangun, tutur Imam Cafer Nasibullahoglu, ada sekitar delapan ribu orang Islam yang tinggal di kota ini. Hingga saat ini, populasi Muslim di St Petersburg tidak kurang dari 700 ribu jiwa. Mereka berasal dari 22 suku bangsa berbeda, antara lain, Tatar, Azeris, Kazakh, Uzbek, serta Chechens. Sekadar informasi, Nasibullahoglu telah menjadi imam masjid tersebut selama 40 tahun sampai 2016.

Pembangunan Masjid Agung St Petersburg selesai pada 1913. Saat itu, St Petersburg merupakan Ibu Kota Kekaisaran Rusia di bawah kendali Tsar Nicholas II. Pendirian masjid ini juga sebagai peringatan 25 tahun Dinasti Abdul Ahat Khan dari Bukhara, yang pada waktu itu berada dalam kekuasaan Rusia.

Masjid Agung St Petersburg memiliki dua menara setinggi 49 meter dan, kubah utamanya mencapai 39 meter. Secara keseluruhan, bangunan ini dapat menampung hingga lima ribu jamaah.

Gaya bangunan rumah ibadah berjuluk Masjid Biru ini memang khas Asia Tengah. Perancangnya adalah Nikolai Vasilyev, arsitek kelahiran Yaroslavl, Rusia, pada 1875. Selain Masjid Agung St Petersburg, karya lainnya dari Vasilyev yakni Gedung Teater Jerman di Estonia yang dikerjakannya bersama Aleksei Bubyr, juga warga Rusia.

Arsitek Vassiliev terpilih dengan sebelumnya lolos dalam sayembara yang diadakan otoritas setempat. Ia berhasil menyisihkan 45 gambar rancangan lainnya di ajang tersebut. Untuk membangun Masjid Agung St Petersburg, Vassiliev bekerja sama dengan arsitek lainnya, yakni von Gogen dan Krichinsky. Demikian seperti dilansir situs Enlight.ru.